ANTARA PENDIDIKAN DAN KARIR UNTUK KEBERLANGSUNGAN HIDUP

 

ANTARA PENDIDIKAN DAN KARIR UNTUK KEBERLANGSUNGAN HIDUP

Putri Juliani (1192151003)

BK regular A 2019

Universitas Negeri Medan



Pengertian pendidikan

Menurut Wikipedia pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melaui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Sedangkan menurut KBBI pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses cara, perbuatan mendidik. Pendidikan juga sering terjadi dibawah bimbingan orang lain, tetapi memungkinkan juga otodidak. Secara etimologi pendidikan berasal dari bahasa Latin “ducare” berarti menuntun, mengarahkan atau mempipin. Dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi pendidikan berarti kegiatan yang menuntun keluar. Setiap pengalaman memiliki efek formatif pada cara berpikir, merasa atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Adapun fungsi pendidikan menurut Horton dan Hunt yaitu sebagai cara manusia mempersiapkan dirinya untuk mencari nafkah, mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat, melestarikan kebudayaan dan menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

 

Pengertian karir

Berdasarkan KBBI karir adalah perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan jabatan dan sebagainya. Merujuk pada perspektif dari Casio, karir ialah tahapan posisi dalam pekerjaan yang dialami seumur hidupnya. Sedangkan disisi lain, karir ialah apa yang dirasakan seseorang dalam menjalani kehidupan pekerjaannya. Selain itu menurut Handoko (2000:121) karir adalah seluruh pekerjaan atau jabatan yang dipegang atau ditangani selama kehidupan kerja seseorang. Suatu karir terdiri dari urutan pengalaman atau suatu rangkaian kerja yang dipegang selama kehidupan seseorang yang memberikan kesinambungan dan ketentraman sehingga menciptakan sikap dan perilaku.

Pentingnya perencanaan hidup



Guru BK/Konselor menjelaskan bahwa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri adalah hal pertama yang harus dilakukan seorang peserta didik dalam proses merencanakan karir dan pendidikannya. Beberapa tes sederhana dapat digunakan untuk mencapainya. Tidak ada jawaban yang salah atau benar, semua jawaban sama benarnya, hal ini hanyalah sebuah proses untuk lebih memahami diri sendiri. Guru BK/Konselor menekankan bahwa setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing yang membedakannya dari orang lain. Pemahaman yang lebih baik mengenai kepribadian seseorang adalah langkah awal dalam mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, perilaku yang harus mereka kembangkan. Memahami nilai-nilai inti yang memotivasi tindakan seseorang merupakan hal yang penting untuk membuat pilihan abadi yang berakar pada nilai-nilai ini. Jika pilihan pendidikan dan pekerjaan seseorang koheren dengan nilai-nilai yang dimilikinya, peserta didik akan lebih termotivasi untuk menjalankan pilihan tersebut. Adanya perencanaan merupakan sutu bentuk gambaran bagaimana kita dalam memilih apa yang akan menjadi goals dalam hidup kita.

Perlunya dukungan untuk pemantapan karir

Dukungan keluarga dan komunitas adalah pertimbangan penting dalam membuat keputusan karir atau pekerjaan. Dukungan ini dapat berupa dukungan emosional, teknis, atau finansial. Guru BK/Konselor menekankan bahwa peserta didik perlu mengidentifikasi dukungan seperti apa yang dibutuhkan dari keluarga/komunitasnya untuk berhasil mendapatkan pekerjaan impiannya, dan untuk mengetahui dukungan apa yang dibutuhkan dari keluarga. Dukungan-dukungan dari orang-orang dan ingkungan sekitar tentu saja sangat berpengaruh pada karir kita kedepannya. Peserta didik memerlukan hal ini tidak hanya dari orang tua dan keluaranya saja, melainkan peran guru BK atau konselor juga diperlukan.

Solusi



Permasalahan antara pendidikan serta karir perlu dikaji dan dicari penyelesaiannya. Tidak semua karir harus dimulai dari pendidikan. Tapi dengan pendidikan ada lebih banyak peluang untuk mendapatkan jenis pekerjaan yang bagus. Pendidikan digadang-gadang sebagai jembatan dalam kesuksesan. Hal ini dibuktikan dari banyaknya persepsi-persepsi yang berkembang dimasyarakat. Ada banyan orang yang berpandangan jika dengan menimba ilmu di jalur perguruan tinggi makan orang tersebut akan dicari oleh banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa dan skill mereka. Perkuliahan adalah salah satu jalan dan rencana untuk mendapatkan pekerjaan bagus yang diinginkan. Tidak hanya mengandalkan tingkatan pendidikan saja. Hal-hal seperti kemampuan berkomunikasi perlu diasah dengan baik. Tanpa hal ini maka seseorang tidak dapat bekerja secara professional. Dengan berkomunikasi kita dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan yang terlibat. Perlunya tindakan-tindakan koperatif juga menentukan keberhasilan karir seseorang. Membangun jaringan yang luas juga menghasilak dampak yang baik untuk kedepannya. Relasi yang luas tentu saja dapat memudahkan kita. Pentingnya berpikir positif tentu membuahkan hasil yang positif pula, maka dari itu isilah kemampuan berpikir kita dengan hal yang positif juga. Ikut serta dalam kegiatan seminar dan webinar dapat menjadi daya tamping untung memperluas wawasan karir kita.

Teori trait de factor



Konseling dengan pendekatan Trait and Factor, digolongkan ke dalam kelompok pendekatan pada dimensi kognitif atau rational. Dalam proses penanganan kasus konseling menggunakan metode rational. Teori atau pendekatan ini secara intelektual, logis dan rasional menerangkan, memecahkan kesulitan-kesulitan klient dalam suatu proses konseling. Konseling dengan pendekatan Trait and Factor atau pendekatan rasional ini sering disebut konseling yang direktif (directive counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan perilakunya menuju pemecahan kesulitannya, sehingga konseling ini juga disebut konseling yang “counselor centered”. Implikasi teori trait de factor antara lain (M.Thayeb, 1992 :67-68) karena individu memiliki sifat-sifat individu yang berhubungan dengan nilai okupasional yang dapat diukur. Maka konselor dapat membantunya memahami diri sendiri, minat-minat, bakat-bakat, nilai-nila, dan keterampilan-keterampilan yang dapat ditransfer. Dengan okupasi makadapat mempelajarai bagaimana membedakan dan menggambarkan dan menerapkan informasi-informasi tentang diri dan dunia kerja. Hal ini merupakan suatu keterampilan penting dan pokok untuk mengambil kepurusan-keputusan dan konselor harus membantu individu mempelajari keterampilannya.

Teory Myer Briggs


 


 

Isabel Briggs Myers (18 Oktober 1897 - 5 Mei 1980) adalah seorang ahli teori psikologis Amerika yang diteliti teori kepribadian dengan ibunya, Katharine Cook Briggs (1875 - 1968). Minat Katharine dalam teori kepribadian lahir ketika dia membaca sebuah buku oleh Carl G. Jung pada tahun 1923. Katharine menyampaikan temuannya dengan Isabel dan bersama-sama mereka menciptakan inventarisasi. Mereka berdua memiliki hasrat untuk memahami pembangunan manusia dan keinginan untuk membuat teori kepribadian yang diakses oleh semua orang dengan cara yang praktis. Dia adalah co-pencipta, dengan ibunya, dari Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).

Ada 16 tipe dalam teori Myers Briggs yakni : ENFJ (Extrovert, Intuition, Feelings and Judging), ENFP (Extrovert, Intuituion, Feelings and Percieving), ENTJ (Extrovert, Intuition, Thinking and Judging), ENTP (Extrover, Intuition, Thinking and Perceiving), ESFJ (Extrovert, Sensing, Feelings and Judging), ESFP (Extrovert, Sensing, Feelings and Perceiving) ESTJ (Extrovert, Sensing, Thinking and Judging), ESTP (Extrovert, Sensing, Thinking and Perceiving), INTP (Introvert, Intuitionm, Thinking and Perceiving),  INTJ (Introvert, Intuition, Thinking and Judging. INFP (Introvert, Intuition, Feelings and Perceiving), INFJ (Introvert, Intuition, Feelings and Judging), ISFJ (Introvert, Sensing, Feelings and Judging), ISFP (Introvert, Sensing, Feelings and Perceiving), ISTJ (Introvert, Sensing, Thinking and Judging), dan ISTP (Introvert, Sensing, Thinking and Perceiving.

Adapun solusi bagi peserta didik dalam memilih karir kedepannya perlu bantuan dari kerjasama antara orang tua dan guru BK/konselor. Melihat kepribadian melalui tes MBTI juga salah satu cara mengetahui pekerjaan apa yang cocok untuk peserta didik tersebut.karena kepribadian setiap orang berbeda dan memiliki keunikannya sendiri. Namun kelemahan dari tes MBTI ini terletak pada lemahnya validitas dan reabilitas. Pengisian tes ini bisa saja memiliki hasil yang berbeda-beda dikarenakan adanya ketidakjujuran dalam mengisinya.

 

Sumber :

Wikipedia

Cermati.com

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V Kemendikbud

Taufik. 2012. Model-model konseling. Padang : UNP Press

Hadiarni dan Irman. 2009. Konseling karir. Batusangkar : STAIN Batusangkar Press

Mudrika, N. 2004. Membaca Kepribadian Menggunakan Tes MBTI (Myer Briggs Type

Indicator). Psikologi UGM Press: Yogyakarta

Organisasi perburuhan internasional. 2011. Panduan pelayanan bimbingan karir. Jakarta : ILO Katalog

Tiffany. 16 Tipe Kepribadian MBTI Lengkap dengan Penjelasannya. 7 November 2020. https://dosenpsikologi.com/tipe-kepribadian-mbti

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI