Permasalahan karir_Putri marizka khairan

 

PERMASALAHAN KARIR TEORI TRAIT AND FACTORS

Putri Marizka Khairan’

1193351007




A.    Latar Belakang

Hal yang mendasar bagi konseling trait dan factor adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya. Konseling Trait dan Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk menganalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu program studi. tujuan dari konseling trait dan factor adalah untuk mengajak siswa (konseling) untuk berfikir mengenai dirinya serta mampu mengembangkan cara-cara yang dilakukan agar dapat keluar dari masalah yang dihadapinya.

Dalam pendekatan trait dan faktor, individu tersebut telah mengerti pola dari perilaku seperti ketertarikan, tingkah laku, pencapaian, dan karakteristik kepribadian, yang dikenal melalui maksud yang objektif, seperti biasanya tes psikologi ataupun inventori, dan profil yang mewakili potensi dari si individu tadi. Pendekatan trait dan faktor ini beranggapan kesamaan pekerjaan, hal inilah merupakan terdiri dari faktor yang dibutuhkan dalam kesuksesan performa kerja yang bisa diprofilkan berdasarkan kepada banyak trait yang dibutuhkan individu tadi. Menurut Gibson & Mitchell (2011)Pendekatan trait and factor dalam pengambilan keputusan karir adalah yangtertua dan masih bertahan digunakan oleh konselor dalam membantukeputusan karir konseli. Menurut Krumboltz (1994), dia berpendapat diantara adanya teori trait dan faktor bahwasanya “hal itu tidak membantu kita memahami pemerolehan emosional dan skill yang dibutuhkan dalam pencarian kerja, hal ini pula tidak menginformasikan kita tentang adanya pekerjaan dan phobia kerja, juga tidak menjelaskan bagaimana menangani keluarga yang memiliki dual pekerjaan, bagaimana perencanaan pensiun dan hal lainnya berkaitan dengan konseling karir. Oleh karena itu trait dan faktor teori, merupakan gambaran dari perkembangan karir dan pembuatan pemilihan dalam pekerjaan saja yang sesuai dengan aptitudes dan skill yang dimiliki individu. Chartrand (1991) menyimpulkan bahwa pertama, orang akan digambarkan mampu dalam membuat pilihan yang rasional. Ini tidak berarti bahwa proses perilaku bisa dihilangkan. Kedua, orang akan bekerja dalam lingkungan yng berbeda dalam kereliabelan, bermakna dan cara yang konsisten, ini bukan berarti bahwa satu tipe orang bekerja dalam satu pekerjaan. Ketiga, semakin besar kongruen antara karakteristik pribadi dan persyaratan pekerjaan, maka semakin tingginya kecendrungan kesuksesan.

Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk menanalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu program studi. Teori ini berpendapat bahwa perkembangan kepribadian manusia ditentukan oleh faktor pembawaan maupun lingkungannya. Kepribadian adalah suatu sistem saling ketergantungan dengan trait atau faktor seperti kecakapan minat sikap temperamen dan lain-lain. Dasar konseling trait dan faktor adalah asumsi bahwa manusia mencoba menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan tentang kecakapannya untuk mengembangkan potensinya. Pandangan yang luas dari teori trait and factor menunjukan bagaimana kesemua itu dapat digunakan untuk mengkonseptualisasikan perkembangan karir.

 

                                 


 

Parson (Uman Suherman tanpa tahun:57) mengkarakterisasikan tahap pertama dari pilihan karir adalah manfaat dari “pemahaman diri sikap minat kemampuan minat mabisi sumber daya dan penyebabnya.” Pada tahap ini bakat prestasi minat nilai dan kepribadian untuk merefleksikan lima tipe dari perkiraan yang muncul sebagai sesuatu yang penting pada konseling karir. Tahap kedua adalah mendapatkan “pengetahuan dari syarat dan kondisi kesuksesan keuntungan dan ketidakuntungan kompensasi kesempatan dan prospek dalam jalur karir yang berbeda.” Pada tahap ini didiskusikan bagaimana konselor dapat membantu konseli dalam mendapatkan pengetahuan ini. Tahap ketiga menurut Parson adalah bahwa sebuah pilihan yang diharapkan dibuat dengan “alasan yang benar dari hubungan dua kelompok ini.”

 

B.     Kelemahan dan Kelebihan Teori Trait and Factors

Kelebihan dari Teori ini adalah :

·         Corak konseling karir ini lebih sering diterapkan pada masalah berkaitan dengan pilihan bidang studi/ bidang pkerjaan dalam institusi pendidikan.

·         Mengungkapkan data keterangan tentang potensi yang dimiliki individu dengan berbagai instrumen tes sehingga data yang didapat cukup valid

·         Individu akan mendapat informasi tentang suatu pekerjaan.

 Sedangkan kelemahan yang melekat dalam teori ini:

·         Banyak ahli yang menanyakan bagaimana “bagi setiap orang hanya terdapat satu jabatan yang cocok baginya” sehingga akan timbul kesulitan pada individu tersebut seandainya pekerjaan tersebut tidak diperoleh.

·         Kemudian “ pilihan jabatan didasarkan pada identifikasi kemampuan pertemuan individu dengan testing” kedua asumsi ini jelas sangat membatasi sesorang dalam perkembangan karirnya.

·         Klien hanya bersifat pasif

·         Sulit diterapkan di sekolah bila tidak memiliki instrumen pengumpul datanya.

Meskipun ada beberapa kelemahan dalam teori Trait and Factor  ini namun mempunyai relevansi bagi bimbingan dan konseling karir di institusi pendidikan asal data hasilnya tidak hanya dibatasi oleh hasil testing psikologis. Kemudian data tentang kualifikasi yang dibutuhkan dalam memegang suatu jabatan merupakan sebagian data tentang lingkungan hidup (data sosial) yang harus dipertimbangkan. Disamping itu pencocokan antara testing psikologis dan data sosial dapat membantu konseli dan konselor asal mencockannya itu tidak diartikan sebagai usaha dalam memilih suatu jabatan yang cocok. ini harus ada pertimbangan kembali pro-kontranya.


C.    Permasalahan terkait teori trait and factors

 



Siswa  kelas  XII  SMA  mengalami kendala  dalam  memutuskan  pilihan  karir mereka. siswa merasa bimbang untuk memilih sekolah lanjutan mereka nantinya ketika tamat dari sekolah SMA mereka sekarang. Karena pendidikan karir hendaknya sudah mereka dapatkan dari jenjang SMA, karena pendidikan karir bukan hanya untuk kepentingan sesaat saja, melainkan karir ini akan mereka jalani hingga mereka mengakiri pekerjaannya. kebimbangan  siswa kelas  XII  SMA  diantaranya  ragu  dengan  pilihannya,  merasa banyak  saingan  untuk  masuk  perguruan  tinggi  dan ketakutan  nilai  akademik  yang  dimiliki  tidak  mencukupi  untuk  pilihan jurusan  yang  diminati. Fenomena  tersebut  berkaitan  dengan keputusan  pemilihan  karir  yang  kurang baik. Keputusan pemilihan karir merupakan proses  individu  memahami  dirinya  dan dunia pekerjaan serta kemampuan mengintegrasikan antara dirinya dengan pekerjaannya (Parsons  dikutip dalam Creed,  Wong, dan Hood, 2009).

 

D.    Solusi permasalahan

Konselor menjelaskan materi secara singkat pemahaman diri dengan memberikan contoh-contoh yang terjadi secara keseharian kemudian memberikan tugas untuk mengisi lembar mengenal diri sendiri. Siswa berdiskusi dengan temannya dibantu oleh konselor tentang materi lnformasi karir dengan mengungkapkan pemahaman dan permasalahan sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Kemudian Konselor menjelaskan materi secara singkat tentang mengenali tentang bakat, minat dan cita citakudengan memberikan contoh-contoh materi, konselor mengkondisikan kelas untuk melakukan diskusi dengan temannya dengan mengungkapkan pemahaman dan permasalahan sesuai dengan materi yang telah disampaikan. didapatkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan meningkatkan pemahaman pengambilan keputusan karir dengan menggunakan layanan informasi karir. sesuai dengan Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling yang telah disiapkan. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer, konselor kurang menguasai kelas pada saat mengkondisikan. Sehingga masih ada siswa yang terlambat memahami apa yang harus dilakukan pada saat kegiatan lnformasi karir tersebut. Penerapan layanan informasi karir dapat meningkatkan pemahaman pengambilan keputusan karir siswa. pemahaman pengambilan keputusan karir siswa telah memenuhi kriteria yang ditentukan.

 


Referensi

https://konselingelina.wordpress.com/

https://www.academia.edu/41628632/Teori_Trait_and_Factor_dalam_Konseling_Karir

https://media.neliti.com/media/publications/248968-penerapan-konseling-trait-dan-factor-unt-05542b1f.pdf

http://gudangilmukita212.blogspot.com/2017/01/teori-trait-and-factor-makalah.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI