UTS BK KARIR INANG NAMORA ULFA
Nama : Inang Namora Ulfa
Nim : 1193351006
Mata Kuliah : BK Karir
”Meningkatkan Kematangan Karir Remaja Melalui Bimbingan Karir dalam Memanfaatkan Peluang di Dunia Kerja”
Masa
remaja merupakan fase kehidupan yang sangat penting dalam siklus perkembangan
individu, Karena mengarah pada masa dewasa yang sehat. Masa ini menunjukkan
dengan jelas sifat masa transisi dari status kanak-kanak menuju dewasa. Banyak
masalah yang muncul pada masa remaja ini, salah satunya masalah kesiapan karir.
Hal ini menjadi konsekuensi logis dari perkembangan remaja dimana terdapat
tuntutan bagi yang mempersiapkan karir.
Permasalahan karir yang terjadi pada remaja biasanya berkaitan dengan pemilihan jenis pendidikan, yang mengarah pada pemilihan jenis pekerjaan dimasa depan, permasalahan ini sangat penting untuk diperhatikan sehubungan dengan banyaknya kebinggungan yang dialami remaja dalam menentukan arah karirnya. Untuk memenuhi kebutuhan karir remaja, perlu dilakukan pendampingan secara intensif dari tenaga professional seperti konselor dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling, kajian kebutuhan tersebut perlu dikaitkan dengan tuntutan masa kini, utamanya kurikulum pendidikan yang berbasis kecakapan hidup (life skill) yang telah menjadi persoalan mendasar remaja. Untuk itu diperlukan bimbingan karir berbasis life skill dalam upaya meningkatkan kematangan karir remaja.
Permasalahan
sosial yang terjadi pada masa remaja berkaitan dengan hubungan yang lebih akrab
dengan teman sebaya baik melalui pertemanan maupun percintaan. Dalam bidang akademik,
remaja juga kerap mengalami berbagai permasalahan, misalnya permasalahan lain
dari remaja yang tidak dapat dihindari berhubungan dengan karir. Salah satunya
masalah kesiapan karir.
Pada
upaya untuk mencapai peranan sosial pria dan wanita dimana di dalamnya
terkandung upaya pencapaian karir. Permasalahan karir yang terjadi pada remaja
biasanya berkaitan dengan pemilihan jenis pendidikan, yang mengarah pada
pemilihan jenis pekerjaan dimasa depan. Permasalahan ini penting untuk
diperhatikan sehubungan dengan banyaknya kebingungan yang dialami remaja dalam
menentukan arah karirnya. Tidak hanya itu kebimbangan karir pada remaja akan
berakibat pada tingkat kematangan perkembangan kepribadian.
Berbagai
strategi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas individu di Sekolah Menengah
telah dilakukan. Hasil dari usaha yang dilakukan masih belum dapat dirasakan
secara langsung. Siswa di Sekolah Menengah Atas yang cenderung masih mengalami
berbagai masalah. Khususnya yang berkaitan dengan masalah karir. Syamsu Yusuf
(2000: 195) menyebutkan perkembangan berpikir pada remaja antara lain “dapat
memikirkan masa depan dengan membuat perencanaan dan mengeksplorasi berbagai
kemungkinan untuk mencapainya”. Maka berdasarkan pendapat ini, remaja mau tidak
mau harus menyadari bahwa dia harus segera memilih dan mempersiapkan karir yang
tepat dengan potensi dan kondisinya.
Layanan
atau program Bimbingan karir di Indonesia seharusnya memahami dan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan siswa dalam perkembangan karir sehingga memiliki keterampilan
karir pada saat meninggalkan bangku sekolah. Hoyt (2001) mengemukakan ada 4
yang dibutuhkan seorang siswa dalam meningkatkan kematangan karir nya,yaitu :
1. Merencanakan
pendidikan pasca sekolah menengah yang berorientasi karir,
2. Memperoleh
ketrampilan umum dalam cakap kerja, adaptasi kerja, dan peningkatan kerja
sehingga mampu mengikuti perubahan dunia kerja setelah dewasa,
3. Penekanan
pentingnya nilai-nilai kerja,
4. Merencanakan
cara-cara menyibukkan diri dalam pekerjaan sebagai bagian dari keseluruhan
perkembangan karir.
Layanan
atau program Bimbingan karir di Indonesia seharusnya memahami dan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan siswa dalam perkembangan karir sehingga memiliki
keterampilan karir pada saat meninggalkan bangku sekolah. Hoyt (2001)
mengemukakan ada 4 yang dibutuhkan seorang siswa dalam meningkatkan kematangan
karir nya,yaitu :
1) Merencanakan
pendidikan pasca sekolah menengah yang berorientasi karir,
2) Memperoleh
ketrampilan umum dalam cakap kerja, adaptasi kerja, dan peningkatan kerja
sehingga mampu mengikuti perubahan dunia kerja setelah dewasa,
3) Penekanan
pentingnya nilai-nilai kerja,
4) Merencanakan cara-cara menyibukkan diri dalam pekerjaan sebagai bagian dari keseluruhan perkembangan karir.
Untuk memenuhi tuntutan
kebutuhan karir siswa, perlu dilakukan pembaharuan layanan bimbingan dan
konseling, terutama dalam pelayanan bimbingan karir pada tiga aspek penting
yaitu;
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Evaluasi
Pada pokok pembahasan karir dan dunia kerja pada bimbingan karir pada tingkat SMA/SMK lebih di fokuskan pada aspek - aspek yang mampu menggali potensi dan apa saja yang di prioritaskan siswa untuk kematangan karir nya kelak baik dalam aspek internal dan aspek eksternal.
Menurut
Yusuf (2008) menyatakan bahwa bimbingan karir adalah bimbingan untuk membantu
individu dalam perencanaan, pengembangan, dan pemecahan masalahmasalah karir
seperti: pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas pekerjaan, pemahaman
kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan, dan
pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah-masalah karir
yang dihadapi.
Kematangan
karir pada hakikatnya merupakan gambaran kesesuaian antara individu dengan
pekerjaannya serta dinamikanya dalam pembuatan keputusan pilihan pekerjaan.
Kematangan karir mencakup dua domain yakni domain afektif dan kognitif,
sehingga pada proses pengukurannya dapat menggunakan kedua domain atau salah
satunya, yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dari
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir merupakan upaya bantuan
terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia
kerjanya, menembangkan masa depannya sesuai dengan bentuk kehidupannya yang
diharapkan. Lebih lanjut diharapkan dengan layanan bimbingan karir, individu
mampu menentukan dan mengambil keputusan karir secara tepat dan bertanggung
jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya
secara bermakna.
Referensi:
Creed, Peter A. dan
Patton, Wendy A. (2003). Predicting Two Components of Career Maturity in School
Based Adolescents. Journal of Career Development 29 (4): pp
277-290.
Prof. DR. A. Muhammad
Yusuf. 2002. Kiat Sukses Dalam Karier. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Dillard, J. M. (1985). Life Long
Career Planning. Ohio: A Bell & Howell Company.
Nurihsan, J. dan Sudianto, A. (2005). Manajemen Bimbingan & Konseling di SMA (Kurikulim 2004). Jakarta: PT. Grasindo.




Komentar
Posting Komentar