UTS BK KARIR SINDY AULIA BUTAR BUTAR


KURANGNYA INFORMASI TENTANG DUNIA KERJA YANG SESUAI MINAT BAKAT SISWA


 

Mengetahui bakat/minat itu penting bagi kehidupan seseorang dimasa depan. Sama pentingnya dengan kemampuan yang lebih sering diagung-agungkan oleh kebanyakan orang. Menyadari minat/bakat mungkin tidak terlalu berpengaruh di masa SD sampai SMA. Namun diakhir masa SMA, barulah akan terasa pentingnya minat/bakat. Dimasa itu, siswa harus menentukan pilihan jurusan kuliahnya. Nah disaat itulah tak sedikit para lulusan SMA yang bingung memilih jurusan kuliah. Bahkan tak sedikit yang akhirnya merasa salah jurusan. Lebih jauh lagi, di jaman sekarang ini, kecerdasan intelektual tidak menjadi satu – satunya tolak ukur keberhasilan orang bersaing, khusunya di dunia kerja. Kini, tidak sedikit yang menganggap softkill lebih penting. Sehingga seseorang akan memiliki keunikan dibanding individu yang lain dan itu akan membantu dalam melewati berbagai persaingan di kehidupan.


 Bimbingan karir merupakan salah satu bentuk bimbingan yang terpadu pelaksanaannya dalam layanan bimbingan konseling di sekolah. Bimbingan karir merupakan salah satu bidang layanan bimbingan yang setara dengan tiga layanan bimbingan lainnya yaitu bimbingan belajar, bimbingan sosial, dan bimbingan pribadi. Program bimbingan karir di sekolah bertujuan untuk membantu anak dalam merencanakan karir di masa mendatang, agar karir yang dipilih sesuai dengan bakat minat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Jika orang memperoleh karir yang tepat maka hidup orang akhirnya akan bahagia. Dan kebahagiaan adalah tujuan hidup semua orang. Oleh sebab itu, bimbingan karir sejak usia dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas pendidikan. Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. 

Fakta di atas diindikasikan sebagai penyebab beberapa mahasiswa di perguruan tinggi gagal dan menyesal setelah masuk ke dalam program studi tertentu dan memilih keluar atau dikeluarkan (dropout) oleh pihak kampus. Tak terbayangkan betapa besar kerugian yang ditimbulkan dari keadaan ini. Kerugian waktu, kerugian keuangan, serta kerugian psikologis yaitu keadaan merasa terpuruk atas kesalahan yang dibuat. Masalah yang lebih kompleks pun muncul, seperti pengangguran, kriminalitas, gelandangan, serta semakin tingginya aktivitas-aktivitas kerja yang tidak taat hukum. Saat ini, lebih dari 25% angkatan muda Indonesia menganggur dan masih banyak lagi yang mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan (underemployed) (ABKIN, dkk: 2011).


Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)  berdasarkan pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi,  judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgment melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgment, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, ketrampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.

Katherine Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers merasa yakin bahwa teori Jung dapat diterapkan untu meningkatkan pemahaman manusia. Mereka mengembangkan suatu instrumen berdasarkan teori Jung yang memungkinkan seseorang mempelajari jenis perilakunya sendiri sehingga dapat memahami dirinya sendiri dengan lebih baik berkaitan dengan cara mereka berinteraksi dengan yang lain.

             Teori Myers-Briggs menyimpulkan bahwa setiap individu mempunyai empat macam modus utama untuk beroperasi yaitu sebagai berikut:

1.      Aliran energi kita, mendefenisikan dari mana kita mendapat energi atau stimulus. Apakah dari luar (Extraverted) atau dalam (introverted).

2.      Bagaimana cara kita menerima informasi, merujuk pada cara kita berinteraksi terhadap suatu informasi. Apakah dengan kelima indra (sensing) atau dengan intuisi (intuitive).

3.      Bagaimana cara kita memutuskan sesuatu, merujuk pada cara bagaimana kita memilih sesuatu. Apakah didasarkan logika (thinking) atau perasaan ( feeling)

4.      Gaya hidup sehari-hari adalah teori yang dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers yang sebelumnya tidak terdefinisikan oleh Carl Jung. Apakah kita lebih suka terorganisir, terencana, dan lebih terjadwal (Judging) atau lebih suka fleksibel, lebih nyaman dan terbuka dan lingkungan santai (Perceiving).

Teori type Myers-Briggs berhubungan dengan cara individu mengobservasikan dunia dan membuat kesimpulan berdasarkan persepsi mereka. Dalam mengobservasikan dunia, langkah pertama yang dilakukan individu adalah melakukan persepsi tentang lingkungan. Adanya persepsi individu melalui informasi yang ada akan menimbulkan kesadaran individu tentang adanya kenyataan orang, objek atau ide. Langkah kedua adalah individu membuat kesimpulan tentang yang diterima. Kegiatan mental menerima dan menilai atau membuat kesimpulan disebut oleh Myers-Briggs dengan “perceiving and judging” ( penerimaan dan penilaian).

16 kepribadian  menurut Myers dan Briggs

1.      ENFJ (Extrovert, Intuition, Feelings and Judging)

Didunia ini hanya ada 205% populasi ENFJ. Dimana menurut dimensinya, ENFJ dijelaskan sebagai seseorang yang extrovert yaitu nereka memiliki hubungan atau jaringan perkenalan yang luas. Intuition yakni mereka yang cenderung menyukai hal abstrak dibandingkan hal detail. Feeling atau perasaan, mereka merupakan orang yang menghargai pertimbangan pribadi. Sedangkan Judgement merupakan mereka yang merencanakan kegiatan barulah menunjukan aksinya.

2.      ENFP (Extrovert, Intuituion, Feelings and Percieving)

Didunia ini hanya ada 6-8% di dunia. Menurut dimensinya Extraversion merupakan seseorang yang bisa berinteraksi dengan luas dan menikmatinya. Intuition yakni cenderung menyukai hal yang abstrak dibanding realita yang ada. Feeling yakni menggunakan pertimbangan pribadi dalam mengambil keputusan dibandingkan logika. Lalu terakhir adalah Perception, dimana mereka cenderung menahan pendapat dan menunda keputusan untuk mencapai kesepakatan bersama.

3.      ENTJ (Extrovert, Intuition, Thinking and Judging)

ENTJ yang merupakan salah satu pribadi yang unik. Mereka biasa disebut Fieldmarshal atau panglima. Dimana sesuai dimensinya ENTJ merupakan pribadi yang Extroversion atau terbuka dan memiliki hubungan dan jaringan luas dengan siapapun, Intuition yakni orang yang senang akan hal abstrak dan belum jelas tujuannya. Thinking, yakni pribadi yang menilai berbagai hal secara objektif apapun alasannya. Terakhir yakni Judging dimana anda senang mengambil keputusan dan membuat rencana dulu baru menjalankannya. Ada sekitar 2-5% populasi ENTJ di dunia.

4.      ENTP (Extrover, Intuition, Thinking and Perceiving)

Sekitar 2-5% orang memiliki kepribadian ENTP di dunia. Dimana ENTP biasa disebut The visionaries atau penemu. Menurut dimensinya, ENTP merupakan pribadi yang Extroversion yakni memiliki hubungan dan jaringan luas dengan siapapun dan dimanapun. Intuition yakni mereka yang mendulukan hal abstrak dibandingkan hal yang konkrit. Thinking yakni mereka yang menggunakan akal pikiran dan selalu memilih keputusan yang objektif. Serta Perception, dimana mereka akan menyesuaikan berbagai hal dan membuka segala sesuatu dengan orang lain tanpa memutuskan hal terlebih dahulu.

5.      ESFJ (Extrovert, Sensing, Feelings and Judging)

Kepribadian ESFJ biasa juga disebut the caregiver atau mereka yang senang memberi, di dunia ini masih ada 9-13% pribadi ESFJ di dunia, dan masih bisa dikatakan cukup banyak. Dalam dimensinya ESFJ berarti Extroversion, dengan pribadi yang terbuka dan senang dalam berbagi apapun dan memiliki banyak teman. Sensing, dimana mereka menggunakan  hal yang konkret dibandingkan hal abstrak atau tidak jelas. Feeling, merupakan pribadi ESFJ dimana mereka menggunakan perasaan pribadi dalam menentukan keputusan, serta Judging. Yakni mereka yang lebih suka membuat perencanaan terlebih dahulu baru menjalankannya.

6.      ESFP (Extrovert, Sensing, Feelings and Perceiving)

ESFP biasa disebut sebagai The Performers atau seorang pemain. Hanya ada 4-9% kepribadian ESFP di dunia. Menurut dimensinya ESFP adalah Extroversion yaitu mereka yang bisa membangun jaringan dengan luas. Sensing, yakni mereka yang tidak suka akan hal abstrak dan lebih suka hal konkret. Kemudian Feeling, yaitu melibatkan masalah pribadi dalam mengambil keputusan dan terakhir yakni Perception. Dimana mereka lebih menyukai kesepakatan yang diambil dibandingkan menjadi seseorang yang merencanakan segala hal lebih dulu.

7.      ESTJ (Extrovert, Sensing, Thinking and Judging)

ESTJ biasa disebut sebagai The Guardians atau pelindung. Ada banyak yakni  8-12% kepribadian ESTJ di dunia. Menurut dimensinya ESTJ adalah Extroversion yaitu mereka yang bisa membangun jaringan dengan luas. Sensing, yakni mereka yang tidak suka akan hal abstrak dan lebih suka hal konkret. Kemudian Thinking yakni mereka yang berpikir objektif dalam berbagai hal dan Judging, yakni mereka yang senang membuat rencana dulu baru menjalankannya.

8.      ESTP (Extrovert, Sensing, Thinking and Perceiving)

ESTP biasa disebut sebagai The Doers atau seorang Pelaku. Diperkirakan 4-5% kepribadian ESTP di dunia. Menurut dimensinya ESTP yakni Extroversion yaitu orang yang senang akan jaringan dan hubungan yang luas. Sensing yakni mereka yang berpandangan realistis dan menilai hal dengan konkret. Thinking yaitu mereka yang berpikir objektif tanpa melihat siapapun itu, dan Perception dimana mereka membuat keputusan berdasarkan kesepakatan.

9.      INTP (Introvert, Intuitionm, Thinking and Perceiving)

INTP biasa disebut sebagai The Thinkers atau seorang pemikir. Diperkirakan 3-5% kepribadian INTP di dunia. Menurut dimensinya INTP yakni Introversion yaitu orang yang senang akan hal yang tenang dan tidak terlalu suka mengenal dunia luas. Intuition, yakni mereka yang sebenarnya menyukai hal abstrak dan berkaitan dengan masa depan. Thinking yaitu mereka yang berpikir objektif tanpa melihat siapapun itu, dan Perception dimana mereka membuat keputusan berdasarkan kesepakatan.

10.  INTJ (Introvert, Intuition, Thinking and Judging)

INTJ sering disebut pengatur atau The Masterminds. Hanya ada 2-4% populasi INTJ di dunia. Dimana menurut dimensinya INTJ berarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar. Intuition dimana mereka membicarakan hal yang bersifat masa depand an belum jelas atau abstrak. Thinking merupakan dimensi dasar mereka dimana mereka suka menilai dan berpikir sebelum bertindak dan sangat objektif. Judging merupakan mereka yang merencanakan berbagai hal sebelum bertindak.

11.  INFP (Introvert, Intuition, Feelings and Perceiving)

INFP sering disebut the idealist atau seseorang yang idealis.  Hanya ada 4-5% populasi INFP di dunia. Dimana menurut dimensinya INFP berarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar. Feeling yaitu mereka memutuskan berbagai hal dengan perasaan dan menyangkut pribadi serta Perception  yakni pemikiran yang terbuka dan cenderung menunda keputusan demi kesepakatan.

 

 

12.  INFJ (Introvert, Intuition, Feelings and Judging)

INFJ sering disebut the counselor atau penasihat.  Hanya ada 1-3% populasi  INFJ di dunia. Dimana menurut dimensinya INFJ berarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar. Intuition dimana mereka membicarakan hal yang bersifat masa depand an belum jelas atau abstrak. Feeling yaitu mereka memutuskan berbagai hal dengan perasaan dan menyangkut pribadi serta Judging yang mana mereka mengutamakan rencana baru melakukan hal selanjutnya.

13.  ISFJ (Introvert, Sensing, Feelings and Judging)

ISFJ sering disebut the nurturers atau pengasuh.  Ada banyak pribadi yang termasuk ISFJ yakni 9-14% populasi di dunia. Dimana menurut dimensinya ISFJberarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar.  Feeling yaitu mereka memutuskan berbagai hal dengan perasaan dan menyangkut pribadi serta Judging yang mana mereka mengutamakan rencana baru melakukan hal selanjutnya.

 

14.  ISFP (Introvert, Sensing, Feelings and Perceiving)

ISFP sering disebut The Artist atau seniman. Ada pribadi yang termasuk ISFP yakni 5-9% populasi di dunia. Dimana menurut dimensinya ISFP berarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar. Sensing yaitu mereka yang mengenal hal-hal secara konkret atau nyata.  Feeling yaitu mereka memutuskan berbagai hal dengan perasaan dan menyangkut pribadi serta Perception yakni pemikiran yang terbuka dan cenderung menunda keputusan demi kesepakatan.

15.  ISTJ (Introvert, Sensing, Thinking and Judging)

ISTJ sering disebut The Inspector atau pengawas.  Ada sangat banyak pribadi yang termasuk ISTJ yakni 11-14% populasi di dunia. Dimana menurut dimensinya ISTJ berarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar. Sensing yaitu mereka yang mengenal hal-hal secara konkret atau nyata Thinking merupakan dimensi dasar mereka dimana mereka suka menilai dan berpikir sebelum bertindak dan sangat objektif.

16.  ISTP (Introvert, Sensing, Thinking and Perceiving)

ISTP sering disebut The Mechanics atau mekanik atau bisa disebut pengrajin. Pribadi yang termasuk ISTP sekitar 4-6% populasi di dunia. Dimana menurut dimensinya ISTP berarti Introversion atau seseorang yang tidak suka akan hubungan dan dunia luar. Sensing yaitu mereka yang mengenal hal-hal secara konkret atau nyata Thinking merupakan dimensi dasar mereka dimana mereka suka menilai dan berpikir sebelum bertindak dan sangat objektif.

C. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

a.    Individu lebih mudah dipahami melalui tes kepribadian karena hanya ada 2 pilihan alternatif yaitu “Ya atau Tidak”

b.    Dengan metode ENFJ dalam MBTI memudahkan individu untuk menyesuaikan pribadinya dengan pekerjaan yang di sukainya

c.    Individu menggunakan minat, bakat, kemampuan, dan niat dalam dirinya untuk memilih karir yang sesuai dengan kepribadiaannya tanpa ada paksaan dari luar

d.     Tujuan dari MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.

e.    Individu mencoba menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan karirnya berdasarkan fakta yang  ada dilingkungannya

f.      Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri

 

Kekurangan :

a.      Individu cenderung merasa terpaksa atas pilihannya, karena harus memilih salah satu pilihan yang keduanya dianggap sesuai dengan kemampuannya

b.      Individu lebih dituntut atas niat dalam dirinya saja, tanpa melihat faktor pendukung lain  yang berada dilingkungannya.

 

Peserta didik akan selalu dihadapkan dengan sejumlah alternatif, baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kariernya. Mereka  sering mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yang harus dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahami diri yang berkaitan dengan karirnya dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan rencana-rencana karier yang akan dipilih untuk masa depannya. Kesulitan-kesulitan untuk mengambil keputusan karier dapat dihindari ketika siswa memiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia kariernya. Karena itu mereka perlu mendapatkan layanan informassi karir, bimbingan dan pendampingan secara penuh supaya memperoleh pemahaman yang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristik dirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatan serta kelemahan yang ada dalam dirinya dan tidak salah dalam menentukan karir yang dipilihnya.




Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembangan sangat pesat dan menuntut individu untuk memilih karier yang sesuai dengan minat, kemampuan dan sesuai dengan harapan. Sehingga semua berlomba-lomba memperoleh karier yang hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Pemilihan dan penentuan karir individu sebenarnya untuk memenuhi kepuasan dalam hidupnya dan juga sebagai jalan untuk memperoleh aktualisasi diri. Pada era globalisasi ini semakin banyak peluang dan tantangan untuk pemilihan dan penentuan karir, apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan dan pemutusan karier, maka karier yang akan diperoleh pun tidak sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling yang terkait denganlayanan in formasi karier perlu digiatkan kembali mengingat peluang dan tantangan yang akan dihadapi peserta didik nantinya dan supaya peserta didik  juga memperoleh pemahaman karier serta menentukan alternatif pilihan karier yang tepat. Layanan informasi marupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan konseling di sekolah yang amat penting untuk membantu peserta didik agar dapat terhindar dari berbagai masalah yang dapat mengganggu terhadap pencapaian perkembangan siswa, baik yang berhubungan dengan diri pribadi, sosial, belajar ataupun kariernya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Mudrika, N. 2004. “Membaca Kepribadian Menggunakan Tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator)”. Psikologi UGM Press. Yogyakarta

Hidayati. R .2015. LAYANAN INFORMASI KARIR MEMBANTU PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KARIR.Jurnal Konseling GUSJIGANG.

Nursalim, M. 2010. Media Bimbingan dan Konseling. Unesa University Press.

http://immbpp.blogspot.com/2013/12/teori-karir-mbti-atau-myers-briggs-type.html

https://blog.uad.ac.id/ulil12001227/2014/12/01/teori-mbti-myers-briggs-type-indicator/

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI