DEFRAN TRI CAHYO-UTS-BK-KARIR
BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR
Pengertian, Kelebihan
dan Kekurangan Teori Trait and Factor
Defran Tri Cahyo (1193151005)
A.
Pengertian
Secara bahasa trait dapat diartikan dengan sifat, karakteristik seorang individu. Sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimilki oleh sebuah pekerjaan atau suatu jabatan. Teori Trait and factor memberikan asumsi bahwa kecocokan antara trait dengan factor akan melahirkan kesuksesan dalam suatu karir yang dilalui oleh seseorang dan begitu sebaliknya kegagalan dalam mencocokkan Trait dengan factor akan menimbulkan kegagalan dalam sebuah pekerjaan.

(Frank Parsons) Asumsi dari parsons yang mana pendekatan trait dan faktor berorientasikan kepada okupasi yang secara spesifik atau khusus, atau tugas yang sebagai kriteria kepada variabel seperti perilaku, kemampuan mental, sosioekonmi, ketertrikan atau gaji, menifestasi dari kepribadian
B.
Kelebihan
dan Kelemahan Konseling Trait and Factor
Kelebihannya teori ini (di dalam Addy, 2015) diantara lain:
1.
Teori
ciri dan sifat menerapkan pendekatan ilmiah pada konseling .
2.
Penekanan
pada penggunaan data test objektif, membawa kepada upaya perbaikan dalam
pengembangan test dan penggunanya serta perbaikan dalam pengumpulan data
lingkungan
3.
Penekanan
yang diberikan pada diagnos mengandung nama sabagai suatu perhatian terhadap
masalah dan sumbernya mengarahkan kepada upaya mengkreasian, teknik-teknik
untuk mengatasinya
4.
Penekanan
pada aspek kognitif merupakan upaya menyeimbangkan pandangan lain yang lebih
menekankan afektif atau emosional .
5.
Pemusatan
pada klien dan bukan pada konselor
6.
Identifikasi
dan hubungan konseli sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian
7.
Lebih
menekankan pada sikap konselor daripada teknik
8.
Memberikan
kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuantitatif
1. Kurang
diindahkan adanya pengaruh dari perasaan, keinginan , dambaan aneka nilai
budaya (cultural values), nilai-nilai kehidupan (personal values), dan
cita-cita hidup, terhadap perkembangan jabatan anak remaja (vocational development)
serta pilihan program atau bidang study dan bidang pekerjaan (vocational
choice).
2.
Diandaikan
bahwa pilihan jabatan dan pilihan program study terjadi sekali saja dan ini pun
bersifat keputusan terakhir atau devinitif, dengan berfikir secara rasional.
Padahal, pilihan seperti ini tidak dibuat sekali saja, tetapi dibuat secara
bertahap-tahap dari pilihan intermedia sampai pada pilihan definitive dan bukan
hanya berdasarkan proses berfikir rasional saja.
3.
Kurang
diperhatikan peranan keluarga dekat, yang ikut mempengaruhi rangkaian pilihan
anak dengan cara mengungkapkan harapan,dambaan dan memberikan pertimbangan
untung-rugi sambil menunjuk pada tradisi keluarga,tuntutan men€gingat ekonomi
keluarga,serta keterbatasan yang konkret dalam kemampuan financial,dan
sebagainya.
4.
Kurang
diperhitungkan perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang ikut
memperluas atau membatasi jumlah pilihan yang tersedia bagi seseorang.
5.
Kurang
disadari bahwa konstelasi kualifikasi yang di tuntut untuk mencapai sukses di
suatu bidang pekerjaan atau program studi dapat berubah selama tahun-tahun yang
akan datang.
6.
Pola
ciri-ciri kepribadian tertentu belum pasti sangat membatasi jumlah kesempatan
yang terbuka bagi seseorang ,karena orang dari berbagai pola cirri kepribadian
dapat mencapai sukses dibidang pekerjaan yang sama.
C.
Contoh
Kasus dalam Teori Trait and Factor
“Siswa Mengalami Kesulitan Dalam Memilih Jurusan”
Pada saat Ujian Akhir Nasional tiba atau saat lulus-lulusan
pastinya banyak para siswa yang tidak mengetahui setelah ini ia akan memilih
jurusan apa. Sehingga disini perlu peran dari seorang Guru BK untuk membimbing
nya agar memilih jurusan sesuai dengan kemampuannya.
Dari permasalahan di atas maka konselor dapat menggunakan
pendekatan konseling trait and factor dalam mengatasi masalah yang dihadapi
oleh klien. Corak konseling trait and factor yang menekankan pemahaman diri
melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan
beraneka problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program
studi/bidang pekerjaan. Proses berjalanya konseling antara konselor dan klien,
sebelum konselor melakukan kegiatan konseling, konselor harus menciptakan
hubungan yang harmonis dengan klien, agar seorang klien dapat menceritakan
permasalahannya secara terbuka kepada konselor. Dan klien berfikiran bahwa
konselor tersebut dapat memberikan bantuan terhadap permasalahanya yang
dihadapinya.
Konseling trait and factor memiliki enam tahap yang harus dilakukan
konselor dalam prosesnya , yaitu:
a.
Analisis
b.
Sintesis.
c.
Diagnosis.
1) Identiffikasi
masalah, Berdasar pada data yang diperoleh, dapat merumuskan dan menarik
kesimpulan permasalahan klien.
2)
Etiologi (Merumuskan sumber-sumber penyebab masalah internal dan eksternal).
Dilakukan dengan cara mencari hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa
depan.
d.
Prognosis
Prognosis ini bersangkutan dengan upaya memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada sekarang.
e.
Konseling (Treatment)
Dalam konseling, konselor membantu klien untuk menemukan sumber-sumber pada dirinya sendiri, sumber-sumber lembaga dalam masyarakat guna membantu klien dalam penyesuaian yang optimum sejauh dia bisa. Dalam proses ini konselor memberikan beberapa bantuan yaitu konseling individual dan layanan pemberian informasi.
f.
Follow Up
Tindak lanjut merujuk pada segala kegiatan membantu siswa setelah mereka memperoleh layanan konseling, tetapi kemudian menemui masalah-masalah baru atau munculnya masalah yang lampau. Tindak lanjut ini juga mencakup penentuan keefektifan konseling yang telah dilaksanakan.
Setelah mengamati kondisi klien pasca mendapatkan konseling
terdapat beberapa perubahan positif yang dialami oleh klien antara lain klien
dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, klien bersemangat
dalam mengikuti kegiatan belajar serta hubungan klien dengan orang tuanya
membaik.
Dengan demikian jelas bahwa konseling trait and factor mempunyai
pengaruh besar terhadap penyelesaian siswa yang kesulitan memilih jurusan.
Karena dengan konseling trait and factor diharapkan dapat mengatasi klien akan
memahami kondisi dirinya, lingkungannya, permasalahan yang dialami kekuatan dan
kelemahan sendirinya, serta kemungkinan upaya untuk mengatasi masalahnya.
DAFTAR PUSTAKA
292405-konseling-trait-and-factor-bagi-siswa-ya-302e7bd4
http://mylifeiscounselor.blogspot.com/2015/03/bk-karir-traid-and-faktor.html
Addy.
2015. Teori Trait and Factor. Di akses tanggal 27 Januari 2015.
Di http://blog.uad.ac.id











Bagus, keren, mantap penjelasan yang sangat luar biasa dan mudah dipahamu
BalasHapusterima kasih materinya
BalasHapusTerimakasih materinya bg, bermanfaat sekai
BalasHapusTerimakasih materi nya cukup baik mudah di pahami dan menarik untuk di pelajari
BalasHapus