DEFRAN TRI CAHYO-UTS-BK-KARIR

 

BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR

 Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Teori Trait and Factor

Defran Tri Cahyo (1193151005)

A.    Pengertian

Secara bahasa trait dapat diartikan dengan sifat, karakteristik seorang individu. Sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimilki oleh sebuah pekerjaan atau suatu jabatan. Teori Trait and factor memberikan asumsi bahwa kecocokan antara trait dengan factor akan melahirkan kesuksesan dalam suatu karir yang dilalui oleh seseorang dan begitu sebaliknya kegagalan dalam mencocokkan Trait dengan factor akan menimbulkan kegagalan dalam sebuah pekerjaan.

(Hadiarni Irman, 89-90: 2009), Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan sejumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu


(Frank Parsons) Asumsi dari parsons yang mana pendekatan trait dan faktor berorientasikan kepada okupasi yang secara spesifik atau khusus, atau tugas yang sebagai kriteria kepada variabel seperti perilaku, kemampuan mental, sosioekonmi, ketertrikan atau gaji, menifestasi dari kepribadian


 

B.     Kelebihan dan Kelemahan Konseling Trait and Factor


Kelebihannya  teori ini  (di dalam Addy, 2015) diantara lain:

1.    Teori ciri dan sifat menerapkan pendekatan ilmiah pada konseling .

2.    Penekanan pada penggunaan data test objektif, membawa kepada upaya perbaikan dalam pengembangan test dan penggunanya serta perbaikan dalam pengumpulan data lingkungan

3.    Penekanan yang diberikan pada diagnos mengandung nama sabagai suatu perhatian terhadap masalah dan sumbernya mengarahkan kepada upaya mengkreasian, teknik-teknik untuk mengatasinya

4.    Penekanan pada aspek kognitif merupakan upaya menyeimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan afektif atau emosional .

5.    Pemusatan pada klien dan bukan pada konselor

6.    Identifikasi dan hubungan konseli sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian

7.    Lebih menekankan pada sikap konselor daripada teknik

8.    Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuantitatif

 


Kelemahan tersebut itu (di dalam Addy, 2015) adalah sebagai berikut:

 1. Kurang diindahkan adanya pengaruh dari perasaan, keinginan , dambaan aneka nilai budaya (cultural values), nilai-nilai kehidupan (personal values), dan cita-cita hidup, terhadap perkembangan jabatan anak remaja (vocational development) serta pilihan program atau bidang study dan bidang pekerjaan (vocational choice).

2.    Diandaikan bahwa pilihan jabatan dan pilihan program study terjadi sekali saja dan ini pun bersifat keputusan terakhir atau devinitif, dengan berfikir secara rasional. Padahal, pilihan seperti ini tidak dibuat sekali saja, tetapi dibuat secara bertahap-tahap dari pilihan intermedia sampai pada pilihan definitive dan bukan hanya berdasarkan proses berfikir rasional saja.

3.    Kurang diperhatikan peranan keluarga dekat, yang ikut mempengaruhi rangkaian pilihan anak dengan cara mengungkapkan harapan,dambaan dan memberikan pertimbangan untung-rugi sambil menunjuk pada tradisi keluarga,tuntutan men€gingat ekonomi keluarga,serta keterbatasan yang konkret dalam kemampuan financial,dan sebagainya.

4.    Kurang diperhitungkan perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang ikut memperluas atau membatasi jumlah pilihan yang tersedia bagi seseorang.

5.    Kurang disadari bahwa konstelasi kualifikasi yang di tuntut untuk mencapai sukses di suatu bidang pekerjaan atau program studi dapat berubah selama tahun-tahun yang akan datang.

6.    Pola ciri-ciri kepribadian tertentu belum pasti sangat membatasi jumlah kesempatan yang terbuka bagi seseorang ,karena orang dari berbagai pola cirri kepribadian dapat mencapai sukses dibidang pekerjaan yang sama.

 

C.     Contoh Kasus dalam Teori Trait and Factor

“Siswa Mengalami Kesulitan Dalam Memilih Jurusan”

Pada saat Ujian Akhir Nasional tiba atau saat lulus-lulusan pastinya banyak para siswa yang tidak mengetahui setelah ini ia akan memilih jurusan apa. Sehingga disini perlu peran dari seorang Guru BK untuk membimbing nya agar memilih jurusan sesuai dengan kemampuannya.

Dari permasalahan di atas maka konselor dapat menggunakan pendekatan konseling trait and factor dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh klien. Corak konseling trait and factor yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program studi/bidang pekerjaan. Proses berjalanya konseling antara konselor dan klien, sebelum konselor melakukan kegiatan konseling, konselor harus menciptakan hubungan yang harmonis dengan klien, agar seorang klien dapat menceritakan permasalahannya secara terbuka kepada konselor. Dan klien berfikiran bahwa konselor tersebut dapat memberikan bantuan terhadap permasalahanya yang dihadapinya.

Konseling trait and factor memiliki enam tahap yang harus dilakukan konselor dalam prosesnya , yaitu:

a.    Analisis


Analisis merupakan langkah mengumpulkan informasi tentang diri klien beserta latar belakangnya. Data yang dikumpulkan mencakup segala aspek kepribadian klien, seperti kemempuan, minat, motif, kesehatan fisik, dan karakteristik lainnya yang dapat mempermudah atau mempersulit penyesuaian diri pada umumnya. Data yang dikumpulkan diklasifikasikan menjadi dua yaitu: Data Vertikal (mencakup diri klien) yang dapat dibagi lebih lanjut meliputi: data fisik maupun data psikis klien. Data Horizontal (berkenaan dengan lingkungan klien yang berpengaruh terhadapnya): keluarga klien, hubungan dengan familinya, teman-temannya, orang-orang terdekatnya, lingkungan tempat tinggalnya, sekolahnya dsb.

b.    Sintesis.

Sintesis adalah usaha merangkum, mengolong-golongkan dan menghubungkan data yang telah terkumpul pada tahap analisis, yang disusun sedemikian sehingga dapat menunjukkan keseluruhan gambaran tentang diri klien. Rumusan diri klien dalam sistesis ini bersifat ringkas dan padat. Ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam merangkum data pada tahap sistesis tersebut: cara pertama dibuat oleh konselor, kedua dilakukan klien, ketiga adalah cara kolaborasi.



c.    Diagnosis.

Diagnosis merupakan tahap menginterpretasikan data dalam bentuk (dari sudut) problema yang ditunjukkan. Rumusan diagnosis dilakukan melalui proses pengambilan atau penarikan simpulan yang logis. Dalam tahap ini terdapat tiga kegiatan yang dilakukan, yaitu:

1) Identiffikasi masalah, Berdasar pada data yang diperoleh, dapat merumuskan dan menarik kesimpulan permasalahan klien.

2) Etiologi (Merumuskan sumber-sumber penyebab masalah internal dan eksternal). Dilakukan dengan cara mencari hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

 


d.   Prognosis

Prognosis ini bersangkutan dengan upaya memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada sekarang.

 


e.    Konseling (Treatment)


Dalam konseling, konselor membantu klien untuk menemukan sumber-sumber pada dirinya sendiri, sumber-sumber lembaga dalam masyarakat guna membantu klien dalam penyesuaian yang optimum sejauh dia bisa. Dalam proses ini konselor memberikan beberapa bantuan yaitu konseling individual dan layanan pemberian informasi.

 



f.     Follow Up

Tindak lanjut merujuk pada segala kegiatan membantu siswa setelah mereka memperoleh layanan konseling, tetapi kemudian menemui masalah-masalah baru atau munculnya masalah yang lampau. Tindak lanjut ini juga mencakup penentuan keefektifan konseling yang telah dilaksanakan.

 




Setelah mengamati kondisi klien pasca mendapatkan konseling terdapat beberapa perubahan positif yang dialami oleh klien antara lain klien dapat memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, klien bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar serta hubungan klien dengan orang tuanya membaik.

Dengan demikian jelas bahwa konseling trait and factor mempunyai pengaruh besar terhadap penyelesaian siswa yang kesulitan memilih jurusan. Karena dengan konseling trait and factor diharapkan dapat mengatasi klien akan memahami kondisi dirinya, lingkungannya, permasalahan yang dialami kekuatan dan kelemahan sendirinya, serta kemungkinan upaya untuk mengatasi masalahnya.


 

DAFTAR PUSTAKA

https://media.neliti.com/media/publications/292405-konseling-trait-and-factor-bagi-siswa-ya-302e7bd4.pdf

292405-konseling-trait-and-factor-bagi-siswa-ya-302e7bd4

https://dosen.ung.ac.id/JumadiTuasikal/home/2020/10/10/teori-dan-perkembangan-karir-trait-and-factor-theory.html#:~:text=A.&text=Teori%20Trait%20and%20factor%20memberikan,menimbulkan%20kegagalan%20dalam%20sebuah%20pekerjaan.

http://mylifeiscounselor.blogspot.com/2015/03/bk-karir-traid-and-faktor.html

Addy. 2015. Teori Trait and Factor. Di akses tanggal 27 Januari 2015. Di http://blog.uad.ac.id

 

 

 

Komentar

  1. Bagus, keren, mantap penjelasan yang sangat luar biasa dan mudah dipahamu

    BalasHapus
  2. Terimakasih materinya bg, bermanfaat sekai

    BalasHapus
  3. Terimakasih materi nya cukup baik mudah di pahami dan menarik untuk di pelajari

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI