TEORI TRAIT AND FACTOR_MARHAMA ARMIKA

                                                   TEORI TRAIT AND FACTOR

Marhama Armika

1193351005

Secara bahasa trait dapat diartikan dengan sifat, karakteristik seorang individu. Sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimilki oleh sebuah pekerjaan atau suatu jabatan. Teori Trait and factor memberikan asumsi bahwa kecocokan antara trait dengan factor akan melahirkan kesuksesan dalam suatu karir yang dilalui oleh seseorang dan begitu sebaliknya kegagalan dalam mencocokkan Trait dengan factor akan menimbulkan kegagalan dalam sebuah pekerjaan (Hadiarni Irman, 89-90: 2009).

Teori trait-faktor merupakan corak layanan bimbingan dan konseling  dimana corak ini mendeskripsikan layanan konseling yang mengutamakan pada konselor (counselor centered) dan layanan yang diberikan kepada klien mengutamakan data-data dan fakta-fakta yang ada pada diri klien dengan diawali oleh adanya testing psikologis. Teori ini juga memperhitungkan antara minat, bakat, keterampilan yang dimiliki individu itu erat kaitannya dengan pekerjaan atau karir yang akan diraihnya dan bisa direalisasikan melalui jenjang program studi atau pendidikan (sekolah, perguruan tinggi) yang dilalui oleh individu itu.

Hal yang mendasar bagi konseling trait dan factor adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan mengetahui kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya. Tugas konseling trait dan factor menurut Shertzer & Stone adalah membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan mengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan diri dalam kaitan dengan tujuan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup karir. Begitu juga menurut Williamson bahwa maksud konseling ini adalah untuk membantu perkembangan kesempurnaan bebagai aspek kehidupan manusia.

Konseling dilaksanakan dengan membantu individu untuk memperbaiki kekurangan, ketidak mampuan, dan keterbatasan serta membantu pertumbuhan dan integrasi kepribadian. Dalam hubungan konseling, individu mampu untuk menghadapi, menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalahnya. Dari pengalaman ini individu belajar untuk mengahadapi situasi konflik di masa mendatang.

 

Kelebihan dan Kekurangan Teori

·         Kelebihan dari Teori dan Factor:

1.      Teori ciri dan sifat menerapkan pendekatan ilmiah pada konseling.

2.    Penekanan pada penggunaan data test objektif, membawa kepada upaya perbaikan dalam pengembangan test dan penggunanya serta perbaikan dalam pengumpulan data lingkungan.

3.     Penekanan yang diberikan pada diagnos mengandung nama sabagai suatu perhatian terhadap masalah dan sumbernya mengarahkan kepada upaya mengkreasian, teknik-teknik untuk mengatasinya.

4.   Penekanan pada aspek kognitif merupakan upaya menyeimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan afektif atau emosional.

 

·         Kekurangan dari Teori dan Factor:

 

1.  Terlalu menekankan aspek afektif emosional, perasaan sebagai penentu perilaku tetapi melupakan factor intelektual, kognitif dan rasional.

2.      Penggunaan informasi untuk membantu klien tidak sesuai dengan teori.

3.    Tujuan untuk sikap klien yaitu memaksimalkan diri dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit menilai individu.

4.      Sulit bagi konselor untuk bersikap netral dalam situasi hubungan interpersonal.

                                      

Permasalahan Yang Muncul Dalam Karir Terkait Teori dan Factor

 

 

Masalah yang sering muncul dalam teori ini adalah mengenai penentuan karir remaja, masalah ini pada umumnya sering terjadi bangku sekolah lebih tepatnya di bangku SMA. SMA merupakan sekolah umum yang nantinya para siswa diharapkan masuk ke perguruan tinggi. Hal tersebut karena di SMA seorang murid tidak akan mendapat keahlian khusus, keahlian tersebut salah satunya dapat diperoleh ketika melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti masuk kuliah sesuai dengan jurusan yang diinginkan. Pada pendidikan SMA, bimbingan karir merupakan salah satu jenis bidang bimbingan yang dapat memberikan informasi kepada para siswa mengenai minat karir yang diinginkan. Secara umum bimbingan karir disekolah adalah untuk membantu siswa memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan mengenai karir dimasa depan (Kasim, 2001). Tujuan dari layanan bimbingan karir ialah agar siswa dapat merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang. Para peserta didik dapat mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal, dan siswa dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, dan lingkungan pekerjaannya nanti (Baiq Dini Mardiyati &Rudy Yuniawati: 2015).       

 

 

Solusi Yang Dapat Dilakukan Terkait Permasalahan Yang Muncul Dalam Karir Terkait Teori dan Factor

 

 

Dari pemahaman teori trait and factor banyak hal yang bias dilakukan oleh seorang konselor dalam penerapannya. Secara garis besar, setidaknya ada beberapa langkah yang diterapkan konselor, yaitu: Mengenal klien, dengan data yang akurat dan lengkap sehingga data kien menjadi modal awal bagi konselor untuk melakukan proses preventif, kuratif dan diploment. Selanjutnya mengadakan peninjauan terhadap keahlian yang dibutuhkan pekerjaan dan prasyarat lainnya, sehingga seorang konselor betul memiliki referensi, wawasan luas dan sempurna tentang pekerjaan dan jabatan yang ada. Setelah itu, mencocokan potensi (bakat, minat, kecendrungan, keahlian dan kondisi objektif lainnya) yang dimiliki oleh klien dengan pekerjaan dan jabatan yang ada. Dan yang terakhir melakukan konseling dengan klien dan mendiskusikan perihal sehubunggan dengan data diri dan pekerjaan, untuk melakukan pilihan, keputusan diri dan berbagai solusi terhadap masalah yang dialami klien.

            Referensi :     

Muslim Afandi. 2008. Teori Trait dan Factor (Analisis dalam Layanan Bimbingan Konseling). Jurnal Sosial Budaya. Vol. 5 (1). Halaman : 38-48.     

https://dosen.ung.ac.id/JumadiTuasikal/home/2020/10/10/teori-dan-perkembanga-karir-trait and-factor-theory.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI