UTS BK KARIR SYAHDIKA ZAHRA
|
UTS BK KARIR
SYAHDIKA ZAHRA (1193351013) BK REGULER A 2019 NOVEMBER 05, 2020
|
RENDAH NYA KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI KE JENJANG KARIR
Perencanaan karir merupakan salah satu aspek yang penting dalam perkembangan karir individu. Sebelum melakukan pengambilan keputusan karir maka peserta didik harus terlebih dahulu memiliki perencanaan karir. Hal tersebut juga sejalan dengan yang dikemukakan oleh Parsons ( dalam Winkel, 2006:9) bahwa “perencanaan karir merupakan proses yang dilalui sebelum melakukan pemilihan karir”. Perencanaan karir yang matang saat sekolah bisa membantu seseorang untuk lebih mengenal dan memahami bakat dan minat yang dimiliki.Kemampuan merencanakan karir perlu dimiliki oleh setiap individu termasuk siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA).Perencanaan karir yang dimiliki oleh siswa berguna untuk pemilihan jenis studi lanjut, dan pemilihan rencana pekerjaan.Perencanaan karir peserta didik di sekolah dapat ditempuh melalui layananlayanan bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pengembangan peserta didik baik dibidang pribadi, sosial, belajar maupun karir. Seorang peserta didik dapat dikatakan memiliki perencanaan karir apabila mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman akan diri sendiri, pengetahuan dan pemahaman akan pekerjaan, serta mampu menggunakan penalarannya untuk menyesuaikan antara potensi diri sendiri dan dunia kerja. Menurut pendapat Mastur dan Triyono (2014:24) bahwa “Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, dimanapun dan kapan pun mereka berada”.Kecakapan dalam mengambil keputusan, merupakan tujuan utama dari perencanaan karir yang harus ditempuh oleh setiap individu. Sedangkan keputusan yang akan diambil seseorang mengenai aspek-aspek karir yang akan ditempuh itu tidak lepas dari pertimbangannya terhadap berbagai faktor yang ada dalam tatanan kehidupan masyarakat yang merupakan sumber nilai dan tempat tersedianya berbagai hal yang dapat dimanfaatkan oleh individu bagi pengembangan dirinya.
A. TEORI MYERS BRIGGS TYPE INDICATOR
Myers briggs type indicator adalah intrumen kepribadian dengan berbagai aplikasi. Tipe ini dimanfaatkan dalam proses konseling karir. Di lain sisi MBTI sangat berguna dalam dunia pendidikan dan mengembangan karir. MBTI bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi sampai pada pemilihan pekerjaan yang cocok dengan kepribadian. Dengan ini kita dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik dan lebih mengenal diri kita sendiri. Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan diri kita sekaligus kelemahan yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan kita sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita. Dan dengan MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan.
KELEBIHAN TEORI :
· 1. Individu lebih mudah dipahami melalui tes kepribadian karena hanya ada 2 pilihan alternatif yaitu “Ya atau Tidak”.
· 2. Dengan metode ENFJ dalam MBTI memudahkan individu untuk menyesuaikan pribadinya dengan pekerjaan yang di sukainya.
· 3. Individu menggunakan minat, bakat, kemampuan, dan niat dalam dirinya untuk memilih karir yang sesuai dengan kepribadiannya tanpa ada paksaan dari luar.
· 4. Individu mencoba menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan karirnya berdasarkan fakta yang ada dilingkungannya.
· 5. Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri.
KEKURANGAN TEORI :
· 1. Individu cenderung merasa terpaksa atas pilihannya, karena harus memilih salah satu pilihan yang keduanya dianggap sesuai dengan kemampuannya.
· 2. Individu lebih dituntut atas niat dalam dirinya saja, tanpa melihat faktor pendukung lain yang berada dilingkungannya.
SOLUSI
Pada permasalahan rendah nya kemampuan peserta didik dalam mempersiapkan diri ke jenjang karir dikaitkan ke teori Myers briggs type indicator dengan metode Bimbingan Konseling, MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi yang cocok dengan kepribadian. Upaya dalam pencegahan dan mengatasi masalah kebingungan dalam merencanakan karier adalah tugas layanan bimbingan karier dari guru pembimbing di sekolah. Kesulitan-kesulitan untuk mengambil keputusan karir akan dihindari mana kala peserta didik memiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia karirnya.
B. Teori Trait and Factor
Teori Trait and Factor ialah pendekatan mencoba secara intelektual logis dan rasional menerangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi klien, cara pemecahan kesulitan - kesulitan serta proses konselingnya didekati secara logis rasional. Konseling dengan pendekatan Trait and Factor yang dipelopori oleh Williamson ini disebut pula konseling yang mengarahkan (directive counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan perilakunya kepada pemecahan kesulitannya. Konseling semacam inilah yang banyak dilakukan oleh konselor di sekolah-sekolah baik di luar negeri maupun di negara kita. Sayekti (1998:47). Teori trait-factor merupakan model layanan bimbingan yang mengutamakan peran konselor sehingga disebut dengan istilah konseling direktif atau conselor centered. Selain menganggap bahwa manusia itu adalah berpotensi dan positif, juga kelebihan teori ini tertelak pada data dan fakta individu yang digunakan untuk melakukan layanan konseling, dan data atau fakta tersebut dihasilkan dari berbagai testing psiklogis, sehingga layanan bimbingan konseling bisa berhasil secara maksimal.
Kelebihan Teori Trait and Factor :
· 1. Pemusatan pada klien dan bukan pada konselor
· 2. Identifikasi dan hubungan konseli sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian
· 3. Lebih menekankan pada sikap konselor daripada teknik
· 4. Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuanitatif
· 5. Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling
Kelemahan Teori Trait and Factor :
· 1. Konseling terpusat pada pribadi dan dianggap sederhana
· 2. Terlalu menekankan aspek afektif emosional, perasaan sebagai penentu perilaku tetapi melupakan factor intelektual, kognitif dan rasional
· 3. Penggunaan informasi untuk membantu klien tidak sesuai dengan teori
· 4. Tujuan untuk sikap klien yaitu memaksimalkan diri dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit menilai individu
· 5. Sulit bagi konselor untuk bersikap netral dalam situasi hubungan interpersonal.
Solusi
Mengadakan peninjauan terhadap berbagai pekerjaan yang ada, dilengkapi dengan pengenalan sifat pekerjaan, keahlian yang dibutuhkan pekerjaan dan prasyarat lainnya, sehingga seorang konselor betul memiliki referensi, wawasan luas dan sempurna tentang pekerjaan dan jabatan yang ada. Mencocokan potensi (bakat, minat, kecendrungan, keahlian dan kondisi objektif lainnya) yang dimiliki oleh klien dengan pekerjaan dan jabatan yang ada. Melakukan konseling dengan klien dan mendiskusikan perihal sehubunggan dengan data diri dan pekerjaan, untuk melakukan pilihan, keputusan diri dan berbagai solusi terhadap masalah yang dialami klien.
Kesimpulan
Bimbingan karier adalah kegiatan birnbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya sehingga dapat mengernbangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberi kepuasan dan kelayakan. Secara umum tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier di sekolah ialah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan,dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya. Peserta didik dapat mempersiapkan diri dengan memperhatikan semua langkah-langkah dalam perencanaan karir dan memahaminya dengan baik agar terfokus dan terarah dalam mengambil suatu keputusan untuk perencanaan karir kedepan setelah lulus sekolah nanti.Sejalan dengan menurut Mastur dan Triyono (2014:25), mengatakan “perencanaan karir adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secarah terarah dan terfokus dengan berdasarkan pada potensi (minat, bakat, keyakinan, nilai-nilai) yang kita miliki untuk mendapatkan sumber penghasilan yang memungkinkan kita untuk maju dan berkembang baik secara kualitas (hidup) maupun kuantitas (kesejahteraan)".



Komentar
Posting Komentar