UTS BK KARIR YESY VIDIA SARI BR. NAINGGOLAN

DILEMA PESERTA DIDIK DALAM MENENTUKAN KARIR DIMASA YANG AKAN DATANGA. PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN




American Encyclopedia dalam Hasibuan (2012:143) mengemukakan bahwa : “Motivasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya”. Sedangkan menurut Merle J. Moskowits dalam Hasibuan (2012:144) : "Motivasi secara umum didefinisikan sebagai inisiasi dan pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan pelajaran tingkah laku."

Menurut Sukardi mendefinisikan bimbingan karir adalah layanan bantuan yang diberikan kepada individu- individu untuk memilih, menyiapkan, menyesuaikan, dan menetapkan dirinya dalam pendidikan maupun pekerjaan yang sesuai serta memperoleh kebahagiaan dari padanya. Sedangkan menurut Sukardi bimbingan karier adalah suatu perangkat, lebih tepat nya suatu program sistematis, proses, layanan atau lebih tepat nya suatu layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, waktu luang serta mengembangkan ketrampilan- ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karernya. Berkaitan dengan sekolah, bimbingan karir dapat di pandang sebagai suatu proses perkembangan yang berkesinambungan yang membantu terutama dalam hal perencanaan karir, pembuatan keputusan, perkembangan ketrampilan/ keahlian, informasi karir, dan pemahaman diri.

Dari pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan informasi, dan pendekatan terhadap pengambilan keputusan karir dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat/ sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan- persyaratan karir atau studi lanjut yang akan ditekuninya.

Kelebihan layanan bimbingan karir dari pada layanan lain berkaitan dengan minat studi lanjut adalah antara lain, dapat membantu siswa mempersiapkan pengambilan keputusan, dapat membantu siswa mengembangkan beberapa kepercayaan dalam diri sendiri, dapat membantu siswa menemukan beberapa makna dari aktivitas siswa di sekolah, dapat memberikan ketenangan bagi diri siswa untuk mengenal kesempatan-kesempatan yang baik yang ditemukannya di sekolah maupun di luar sekolah, dapat membantu siswa menentukan apa yang seharusnya dilakukan sekarang dalam kaitannya dengan apa yang diinginkan selanjutnya.

B. TEORI-TEORI BIMBINGAN KONSELING KARIR

1. Teori Trait and Factor

 


Setiap individu mempunyai sejumlah kemampuan dan potensi seperti, intelegensi umum, bakat khusus, taraf kreativitas, wujud minat dan keterampilan, yang semuanya itu membentuk suatu pola yang khas untuk individu itu. 

Berkaitan dengan ha



l tersebut W.S Winkel dan Sri Hastuti (2004: 407) menjelaskan bahwa trait factor adalah corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologi. Bimbingan dan konseling trait and factor digunakan untuk membantu konseli agar dapat memahami bakat minat dan kemampuannya melalui tes psikologi, sehingga konseli dapat memecahkan masalah berkaitan dengan pemilihan jurusan, studi lanjut dan pemilihan pekerjaan atau karier di masa yang akan datang, selain juga dapat membantu seseorang/konseli dalam mengambil keputusan. Disamping itu konseling trait and factor juga mengalami perkembangan tidak hanya terbatas membantu konseli dalam memghadapi masalah yang berhubungan dengan karier atau pekerjaan tetapi juga membantu dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan semua permasalahan yang dialami oleh individu yang menyangkut intelek, sosial dan emosionalnya.

Kelebihan dan kekurang teori trait and factor (Gudnanto. 2012. FKIP UMK), yaitu:

1. Kelebihan Teori Trait and Factor, yaitu:

Pemusatan pada klien dan bukan pada konselor

Identifikasi dan hubungan konseli sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian

Lebih menekankan pada sikap konselor daripada teknik

Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuanitatif

Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling

2. Kelemahan Teori Trait and Factor, yaitu:

Konseling terpusat pada pribadi dan dianggap sederhana

Terlalu menekankan aspek afektif emosional, perasaan sebagai penentu perilaku tetapi melupakan factor intelektual, kognitif dan rasional

Penggunaan informasi untuk membantu klien tidak sesuai dengan teori

Tujuan untuk sikap klien yaitu memaksimalkan diri dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit menilai individu

Sulit bagi konselor untuk bersikap netral dalam situasi hubungan interpersonal.

Solusi:

Dalam hal ini, konselor dapat melakukan bimbingan terhadap peserta didik yakni menggunakan bimbingan kelompok disekolah. Herr dan Stanley (Rahma, 2010) mengemukakan strategi konselor dalam mengembangkan karir siswa yang dapat digunakan dalam pelaksanaan bimbingan karir disekolah secara kelompok, antara lain sebagai berikut;

1) Paket belajar adalah salah satu teknik dalam membantu siswa dalam memahami berbagai masalah yang berkaitan dengan diri dan masa depan.

2) Career days adalah hari-hari tertentu yang dipilih untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan karir. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan pada Career days diantaranya diskusi, demonstrasi, pemutaran flim,, pameran, dll

3) Pengajaran unit adalah salah satu teknik dalam membantu siswa memperoleh pemahaman tentang dunia kerja. Dalam kegiatan ini perlu sekali bekerjasama dengan guru bidang studi.

4) Home room adalah suatu kegiatan dimana petugas bimbingan dan para siswa dapat mengadakan hubungan yang lebih akrab dan hangat. Siswa dapat mengajukan pertanyaan atau pendapat yang berkaitan dengan karir.

5) Karyawisata adalah satu teknik dengan membawa siswa mengunjungi objek yang ingin dipelajari. Siswa dapat mengenal langsung dari dekat tentang situasi pekerjaan berlangsung.

6) Ceramah dari narasumber yaitu mendatangkan orang-orang sumber ke sekolah untuk memberikan informasi tentang dunia kerja.

7) Latihan kerja adalah salah satu teknik dalam bentuk kegiatan latihan yang diberikan kepada siswa dalam situasi kerja yang sesungguhnya, yang bertujuan memberikan pengalaman praktis yang langsung kepada siswa dalam situasi tertentu.

8) Kegiatan kurikuler adalah salah satu teknik yang dikaitkan dengan bidang studi tertentu.


2. Teori Myers Briggs Type Indicator

 


Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940. 

Tujuan dari MBTI adalah membuat teori tipe psikologis dijelaskan oleh Carl Jung dapat dimengerti dan berguna dalam kehidupan manusia. Sampai saat ini tes MBTI adalah tes kepribadian yang paling banyak dipakai di dunia selain tes enneagram. Tes ini juga dipakai untuk mengetahui karakter kepribadian karyawan perusahaan agar dapat ditempatkan pada bidang-bidang yang membuat potensi karyawan tersebut optimal.

1. Kelebihan:

Individu lebih mudah dipahami melalui tes kepribadian karena hanya ada 2 pilihan alternatif yaitu “Ya atau Tidak”.

Dengan metode ENFJ dalam MBTI memudahkan individu untuk menyesuaikan pribadinya dengan pekerjaan yang di sukainya.

Individu menggunakan minat, bakat, kemampuan, dan niat dalam dirinya untuk memilih karir yang sesuai dengan kepribadiannya tanpa ada paksaan dari luar.

Tujuan dari MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.

Individu mencoba menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan karirnya berdasarkan fakta yang ada dilingkungannya.

Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri. 

2. Kekurangan: 

Individu cenderung merasa terpaksa atas pilihannya, karena harus memilih salah satu pilihan yang keduanya dianggap sesuai dengan kemampuannya.

Individu lebih dituntut atas niat dalam dirinya saja, tanpa melihat faktor pendukung lain yang berada dilingkungannya.


Solusi:

Dalam teori ini, diperlukan peranan guru BK dalam memberi dan membangun motivasi siswa dalam menentukan karirnya. Guru BK dapat melakukan sebuah tes terhadap peserta didik untuk mengetahui bagaimana karakter mereka yang sebenarnya. Setelah mengetahui bagaimana karakter kepribadian siswa tersebut, maka dapat disimpulkan dan ditemukan dibidang apa perserta didik itu lebih menguasai. 

Referensi:

Mulya. 2019. Pengaruh Pengembangan Karir dan Motivasi Terhadap Semangat Kerja pegawai (Studi Pada DPPKB kota banjar. Bussines Management and Entripreniurship Journal. (1)(3). 

Defrianto. 2016. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling karir Dalam Meningkatkan Minat Siswa Dalam Melanjutkan Studi Kelas XII di SMA Yadika Natar. Jurnal Bimbingan dan Konseling. (3)(2). 207-2018

Blog.uad.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI