UTS BK KARIR YUNITA ANGGRAINI PUTRI (1193151009)

 

TEORI TRAIT AND FACTOR & TEORI MYERS BRIGGS TYPE INDICATOR

“Belum Mengetahui Minat, Bakat Serta Potensi Diri Untuk Pemilihan Jenjang Berikutnya”

Yunita Anggraini Putri ( 1193151009)

BK Reguler A 2019


 A.    Teori Trait and Factor


Teori trait anda factor dikembangkan oleh bapak gerakan bimbingan dan konseling dunia yaitu Frank Parson. Teori trait and factor merupakan teori awal yang muncul bagi konseling perkembangan karir. Teori trait and factor merupakan pendekatan konseling yang mengacu pada pemahaman diri peserta didik mengenai karakteristik dan sifat-sifat yang dapat diukur melalui tes psikologi yang bertujuan untuk menggambarkan serta memecahkan masalah dalam pengambilan keputusan karir. Jadi konseling karir trait and factor dapat digunakan konselor dalam membantu permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan pemilihan karier.

Kelebihan dan kekurang teori trait and factor (Gudnanto. 2012. FKIP UMK), yaitu:

1)      Kelebihan Teori Trait and Factor, yaitu:

·         Pemusatan pada klien dan bukan pada konselor,

·         Identifikasi dan hubungan konseli sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian,

·         Lebih menekankan pada sikap konselor daripada teknik,

·         Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuanitatif,

·         Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling.

2)      Kelemahan Teori Trait and Factor, yaitu:

·         Konseling terpusat pada pribadi dan dianggap sederhana,

·         Terlalu menekankan aspek afektif emosional, perasaan sebagai penentu perilaku tetapi melupakan factor intelektual, kognitif dan rasional,

·         Penggunaan informasi untuk membantu klien tidak sesuai dengan teori,

·         Tujuan untuk sikap klien yaitu memaksimalkan diri dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit menilai individu,

·         Sulit bagi konselor untuk bersikap netral dalam situasi hubungan interpersonal.


A.   B.    Teori Myers-Briggs Type Indicator

Teori ini dirumuskan oleh Katherine Briggs dan Isabel Myers dengan menerapkan teori Jung. Myers-Briggs Type Indicator yaitu salah satu cara untuk mengenal tipe kepribadian manusia atau sebagai tes untuk memahami kepribadian manusia, yang bersumber dari teori psikologi analitik. Juga merupakan metode pengukuran yang berbentuk form kuesioner yang digunakan untuk membaca kepribadian seseorang, khususnya untuk memahami bagaimana seseorang menilai sesuatu dan dalam membuat keputusan.

Keunggulan dan kelemahan dari teori tipe Myers-Briggs adalah sebagai berikut.

1)      Keunggulan Teori Myers-Briggs, yaitu:

·         Dirancang untuk mengimplementasikan teori,

·         Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan yang khusus antar skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16 tipe karakteritik kepribadian,

·         Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya dapat dijelaskan dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya,

·         Skala ini memperhatikan fungsi dasar manusia yaitu persepsi Judgment yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat bermanfaan untuk digunakan dalam hidup sehari-hari,

·         Hasil dari Myers-Briggs Theory Indicator ( MBTI) tidak bersifat menilai sehingga tidak ada yang baik dan buruk.

2)      Kelemahan Teori Myers-Briggs, yaitu :

·         Teori Myers-Briggs kurang memperhatikan adanya perbedaan individu sehingga akan mempengaruhi hasil tes MBTI,

·         Walaupun teori ini bertahan lama namun validitas dari tes MBTI masih perlu dipertanyakan,

·         Hasil dari tes MBTI bersifat statis, hanya berorientasi pada hasil dari tes MBTI.

 

Permasalahan Karir Berkaitan dengan Teori Serta Solusi Dalam Mengatasinya



Berkaitan dengan kedua teori yang secara singkat telah dibahas di atas, masalah yang sering muncul berkaitan dengan Bimbingan Konseling Karir yakni belum mengetahui minat, bakat serta potensi diri untuk pemilihan jenjang berikutnya. Dimana menentukan jenjang pendidikan/karir selanjutnya haruslah dipikirkan secara matang. Bersikap bijaksana dalam menentukan pilihan akan menjadi modal awal bagi kelancaran menyelesaikan studi dan kesuksesan karir. Jika salah dalam memilih jenjang pendidikan/karir berikutnya individu tersebutlah yang akan merasa kesulitan dalam mengikuti kegiatan. Dan juga jika jurusan/karir yang kamu tempuh tidak sesuai dengan kepribadian kamu itu juga akan menghambat kamu untuk bisa baik dibidangnya. Minat, bakat, dan potensi diri yang salah dalam penempatan akan berakibat fatal, seperti tidak berkembangnya bakat yang ia miliki (tidak ditempatkan diposisi yang seharusnya), memilih jenjang selanjutnya tidak berdasarkan minat yang mengakibatkan tidak sepenuh hati menjalankan aktivitas.

1)      Solusi Menggunakan Teori Trait and Factor

Adapaun solusi dalam mengatasi permasalahan diatas berdasarkan teori trait and factor ini yaitu sebagai konselor ataupun konseli dengan melakukan/ mengikuti konseling individu. Karena dalam konseling individu tersebut, konseli akan dibantu oleh konselor untuk membantu mengatasi masalah dan menentukan keputusan. Kemudian dalam teori trait and factor terdapat banyak jenis alat pengumpulan data yang bisa digunakan untuk menentukan minat,bakat, dan potensi. Beberapa alat yang bisa digunakan yaitu “Tes Minat dan Bakat”, “Tes Kemampuan Khusus”, dan “tes  Kemampuan Intelektual”. Dengan melakukan tes diatas, akurasi dalam mengatasi permasalahan tersebut akan sangat baik.

2)      Solusi Menggunakan Teori Myers Briggs Type Indicator

Adapun solusi dalam mengatasi permasalahan diatas berdasarkan teori myers briggs type indicator yaitu dengan mengetahui kepribadian yang sesuai dengan jenjang yang akan kamu tempuh. Sebagai contoh jika kamu adalah orang tipe kepribadian introvert namun kamu memilih jurusan/pekerjaan yang berhubungan dengan interaksi sosial, maka kamu akan mengalami kesulitan untuk menjalankannya. Untuk itu harus mengetahui kamu memiliki tipe kepribadian seperti apa dengan mengikuti tes kepribadian dengan metode MBTI. MBTI dirancang untuk mengukur tipe kepribadian untuk mengetahui kemampuan individu maupun kelompok, dan dapat digunakan untuk mencari karir yang sesuai, membentuk tim kerja yang optimal, serta membuat hubungan tertentu lainnya.

 

REFERENSI

Fatroni, M. (2015). Aplikasi Menentukan Karakter Peserta Didik Menggunakan Teori Myers Briggs Type Indicator. SATIN-Sains dan Teknologi Informasi1(2), 41-47.

Mahfud, M. (2016). Konseling Trait And Factor Bagi Siswa yang Kesulitan dalam Memilih Program Belajar. FIKROH: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam9(2), 124-143.

Ristian, T., Rahmadani, N., & Hidayat, D. R. (2020). Studi Literature: Pendekatan Teori Trait and Factor Dalam Pengambilan Keputusan Karir Siswa SMA. Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha11(1).

Syarif, M. (2019). Perancangan Tes Kepribadian MBTI Sebagai Sistem Penunjang Keputusan Dalam Memilih Program Studi Menggunakan Metode AHP. JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama)3(1), 29-34.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI