UTS Cravi Beta Rani Simanjuntak (Nim; 1193151001)

Teori Trait dan Factor


                                      

Teori Trait dan Factor ini dikemukakan oleh pakar sosis dan williamson disebut dalam bahasa Indonesia “sifat dan faktor” . Menurut Winkel Trait and Factor adalah “Corak Konseling yang menekankan pada pemahaman diri Individu dan testing psikologis dan penerapan pemahaman diri sehingga dapat memecahkan masalah masalah yang dialami sehingga terutama menyangkut masalah karir/jabatan. Sifat dan Faktor mempengaruhi karir Individu seperti minat, bakat dimana minat dan bakat kita dipengaruhi oleh sifat Individu (bekerja keras, suka menyanyi, percaya diri,dll) dan faktor  baik dalam dan luar diri (pemahaman terhadap diri sendiri, pemahaman tentang berbagai pekerjaan, dll). Konsep utama Teori Trait and Factor ini adalah semua Individu memiliki Potensi.

Tujuan Teori Trait and Factor menurut Shertzet dan Stone adalah membantu Individu dalam memahami dan mengelola pemahaman diri dengan cara menilai kelemahan dan kekuatan diri dalam kaitannya dengan tujuan tujuan hidup dan karir. Sebagai manausia yang lahir seperti kertas Putih yang masih bersih dimana dalam perjalanan hidupnya kertas tersebut apakah tetap putih atau mungkin dapat menjadi hitam dalam artian kita dapat menjadi manusia baik dan jahat itu adalah pilihan dan bukan takdir lingkunganlah dan diri sendirilah yang membentuknya maka dari itu diperlukan bantuan dari manusia lain agar dapat berkembang menjadi baik dan dalam setiap tahap perkembangan dapat dijalankan dengan baik, pada dunia Pendidikan yang dikenal dengan Konselor menjadi Pembantu dalam memperhatikan Peserta didik dalam memperharikan perkembangan dan juga membantu memecahkan masalah yang dia alami.

 faktor yang mempengaruhi karir dalam teori trait dan factor, yaitu;

1.     1.   pengetahuan diri

2.      2.  pengetahuan tentang pekerjaan

3.       3. pengambilan keputusan karir

Pengaplikasi teori sifat dan Faktor dalam konseling


Konselor melakukan Testing untuk mengetahui kelemahan, kekuatan diri, sehingga dapat memberikan  saran jabatan apa yang sesuai pada kemampuan dirinya, seperti juga mengetahui minat dan bakatnya. Teori Tranit and Factor ini dalam proses konseling tergolog pada Konseling Direktif, berpusat pada Konselor sebab Konselor mentesting Klien dan menganalisis hasil testingan.

Terdapat 5 tahapan proses Konseling dengan Corak Trait And Factor, yaitu:

1.     1.  ;Analisis           Pada tahapan ini diperlukan pengumpulan Informasi maupun data Klien. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara, catatan anekdot, tes psikologis, autobiografis, studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data pribadi, data keluarga, terutama orang tua.

2.      2. Sintetis             ;pada tahap ini menyimpulkan data data yang didapat dari tahap  analisis baik itu bakat, minat, kelemahan, kekuatan diri, dan saran jabatan apa yang cocok pada diri klien.

3.    3.   ;  Diagnosis         pada tahap ini terdapat 3 langkah langkah yaitu;

·         Identifikasi Masalah; mendeskripsikan masalah dapat dilakukan menurut kategori Bordin atau Pepinsky yaitu;

*      Menurut Pepinsky mengkategorikan yaitu;

o   lack of assurence ( kurang dukungan)

o   lack of information ( kurangnya informasi)

o   lack of skill (kurangnya keterampilan)

o   dependence ( ketergantungan)

o   self-conflict ( konflik diri)

*      Menurut Bordin mengkategorikan yaitu;

o   ependence (ketergantungan)

o   lack of information (kurangnya informasi)

o   self-conflict (konflik diri)

o   choise-anxiety (kecemasan dalam menentukan pilihan)

·         Menentukan Sebab; meliputi pencarian sebab sebab yang berkaitan dengan mencari hubungan antara masa lalu, sekarang dan tujuannya di masa depan melalui penalaran logika.

·         Prognosis;  Lanjutan Diagnosis dimana prognosis menyimpulkan kemampuan siswa. Contohnya ketika diagnosisnya yaitu kurang pandai dalam berkomunikasi dan prognosisnya adalah tidak untuk berbicara di depan umum.

4.     4.  ;Konseling         Membantu Klien dalam menghadapi masalah maupun situasi yang dialami. Disinilah proses konseling terjadi setelah data yang didapat telah dikumpulkan dan disimpulkan serta mendapat informasi  tentang klien selanjutnya dikonselingka.

5.    5.  Tindak Lanjut         jika proses konseling yang dilakukan kurang berhasil maka tahap tindak lanjut untuk menindak lanjuti masalah klien yang bmasil bermasalah.

Teknik konseling Teori Tarit and Factor dapat dilaksanakan tergantung pada masalah klien yang dihadapi sebab setiap Individu memiliki masalah yang berbeda beda serta sifat yang berbeda pula. Maka dari itu disesuaikan dengan kebutuhan manusia.

Contoh Kasus: Siswa SMP kelas IX belum menentukan pilihan akan masuk SMA atau SMK setamatnya nanti. Pengumpulan data dilakukan dengan Testing Psikologis dengan data yang akan diperoleh berupa taraf inteligensi, minat, bakat serta kekurangan siswa. Hasilnya ada seorang siswa yang berbakat dalam bidan Bahasa Inggris dan minat siswa tersebut  pada hal hal yang berbahasa inggris serta siswa tersebut juga pernah memenangkan pidato bahasa inggris pada kelas VII dan VIII. Siswa tersebut dapat masuk SMA serta dapat mengembangkan bakat berbahasa inggrisnya di SMA. Da mengkonselinginya dengan klien.  Intinya pada penentuan karir sesuai dengan minat, bakat, tingkat inteligensi siswa.

Kelemahan dan Kelebihan Teori Trait and Factor;

Kelebihan dan kekurang teori trait and factor (Gudnanto. 2012. FKIP UMK), yaitu:

Kelebihan Teori Trait and Factor, yaitu:

·         Konseling Direktif dimana Pemusatan pada konselor

·         Identifikasi dan hubungan konseli sangat penting dalam membantu konseli mengentaskan masalahnya.

·         Menekankan pada sikap konselor dari pada teknik

·         Perlunya Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling

Kelemahan Teori Trait and Factor, yaitu;

·         Penekanannya bahwa teori ini terlalu menekankan pada testing. Tes dan pengukuran yang lain yang digunakan dalam konseling bukanlah penentu pilinan karir. Taori trait and factor tarnpaknya sederhana sehingga konselor mungkin salah memahaminya.

·         Terlalu menekankan aspek afektif emosional, perasaan sebagai penentu perilaku tetapi melupakan factor intelektual, kognitif dan rasional

·         Penggunaan informasi untuk membantu klien tidak sesuai dengan teori

·         Tujuan untuk sikap klien yaitu memaksimalkan diri dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit menilai individu

·         Sulit bagi konselor untuk bersikap netral dalam situasi hubungan interpersonal.

Masalah yang  dapat muncul pada saat  Teori Trait and Factor saaat pengaplikasiannya dan solusinya yaitu;

1.      Klien yang tidak dapat bersikap kooperatif sehingga sulit bekerja sama dengan Konselor. Solusinya yaitu dengan memberikan pengertian kepada klien pentingnya melakukan Konseling Karir dan mengatakan bahwa Bimbingan Konseling memiliki Asas Kerahasiaan serta Konselor harus mampu memahami sifat Klien.

2.       

REFERENSI

Afandi,Muslim: 2008: Teori Trait And Factor (analisis dalam layanan bimbingan dan konseling). Jurnal Sosial Budaya. No 01 (05)

Gudnanto. 2012. Ringkasan Materi Pendekatan Konseling. UMK : FKIP

Munandir. 1996. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan dan kebudabaan.

Nursyamsi. Hakikat Karier. Padang

Winkel, W.S. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS BK KARIR M. ICHSAN RINALDI