UTS_BK KARIR_NOVIA PRATIWI ADUMYATI MARBUN
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMATANGAN KARIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
Diajukan Untuk Memenuhi Ujian Tengah Semester
BIMBINGAN DAN KONSELING FIP UNIMED 2020
Diusulkan Oleh :
Novia Pratiwi Adumyati Marbun Bimbingan dan Konseling/2019
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2020
Super (1957) mendefinisikan kematangan karir sebagai keberhasilan seseorang menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karir yang khas pada tahap perkembangan tertentu. Definisi ini menunjukkan bahwa kematangan karir berkaitan dengan tugas perkembangan karir pada tiap-tiap tahap perkembangan karir. Sementara itu, tahapan perkembangan karir siswa SMA berada pada Tahap Eksplorasi (Usia 15-24 tahun). Tahap Eksplorasi merupakan suatu perluasan dari uji realistis, dengan konsekuensi modifikasi konsep diri. Pada tahap ini, keputusan-keputusan pendidikan yang penting akan dialami pertama kali dan tujuan-tujuan karir pertama kali diuji secara serius. Untuk alasan tersebut, konseling karir – khususnya perencanaan diri – difokuskan pada tahap ini. Pada tahap ini, individu juga mencoba bekerja secara formal, melalui kerja paruh waktu. Tahap ini dibagi menjadi tiga sub tahap, yaitu: 1) Tahap Sementara (usia 15 – 17 tahun). Kebutuhan, minat, nilai, kemampuan, dan kesempatan dibuat dan dimanifestasikan dalam fantasi, diskusi, kursus, bekerja dan sebagainya; 2). Tahap Transisi (usia 18 – 21 tahun), dimana pertimbangan-pertimbangan realistis diberi penekanan lebih; 3) Tahap Percobaan (usia 22 – 24 tahun), di mana bidang yang tampaknya sesuai telah dipilih dan pekerjaan awal ditemukan dan dicoba sebagai suatu pekerjaan dalam hidupnya. Pada tahun 1974, Super (dalam Gillespie 2001): mengidentifikasikan enam dimensi yang relevan dengan kematangan karir remaja, yakni 1). Orientasi terhadap pilihan karir, yakni sejauh mana individu menyadari kebutuhan untuk memilih suatu pekerjaan dan menyadari berbagai factor yang berkaitan dengan pemilihan pekerjaan tersebut; 2). Informasi dan Perencanaan, yakni informasi yang reliabel yang dimiliki oleh individu untuk membuat keputusan karir dan untuk membuat perencanaan masa depan yang logis dan kronologis; 3). Konsistensi minat pekerjaan, seberapa konsisten minat remaja berkaitan dengan berbagai pekerjaan dari waktu ke waktu; 4). Kristalisasi sifat, yakni atribut psikologis yang relevan dalam pembuatan keputusan; 5).Kebebasan vokasional, yakni kebebasan; 6). Hikmat (wisdom) berkaitan dengan pekerjaan
Locus of control merupakan suatu konsep yang menunjuk pada keyakinan individu mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya (Larsen & Buss 2002). Locus of controlmenggambarkan seberapa jauh seseorang memandang hubungan antara perbuatan yang dilakukannya (action) dengan akibat/hasilnya (outcome). Rotter (dalam Corsini & Marsella 1983) membedakan orientasi locus of control menjadi dua, yakni locus of control internal dan locus of control eksternal. Individu dengan locus of control internal cenderung mengangap bahwa ketrampilan (skill), kemampuan (ability), dan usaha (effort) lebih menentukan apa yang mereka peroleh dalam hidup mereka. Sedangkan individu yang memiliki locus of control eksternal cenderung menganggap bahwa hidup mereka terutama ditentukan oleh kekuatan dari luar diri mereka, seperti nasib, takdir, keberuntungan, dan orang lain yang berkuasa.
Bandura (1977) menyatakan self efikasi sebagai keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk mengorganisisasi dan melakukan tindakan-tindakan yang perlu dalam mencapai tingkat kinerja tertentu. Menurut Myers (1996), efikasi diri berkaitan dengan bagaimana sesorang merasa mampu untuk melakukan suatu hal.Bandura (1977) mengajukan tiga dimensi efikasi diri, yakni: 1) Magnitude, yang berkaitan dengan derajat kesulitan tugas, sejauh mana individu merasa mampu dalam melakukan berbagai tugas dengan derajat tugas mulai dari yang sederhana, yang agak sulit, hingga yang sangat sulit; 2) Generality, sejauh mana individu yakin akan kemampuannya dalam berbagai situasi tugas, mulai dari dalam melakukan suatu aktivitas atau situasi tertentu hingga dalam serangkaian tugas atau situasi yang bervariasi; 3) Strength, kuatnya keyakinan seseorang mengenai kemampuan yang dimiliki.
Untuk mengukur Kematangan Karir digunakan Crite’s Career Inventory Inventory (CMI) yang diadaptasi ke dalam budaya Indonesia oleh Taganing dkk (2006). Skala ini terdiri atas Attitude Scale (Skala Sikap) dan Competence Test (Tes Kompetensi). Skala Sikap mengungkap perasaan-perasaan, reaksi subjektif, dan kecenderungan individu dalam memilih karir dan memasuki dunia kerja. Ada lima konstruk sikap yang dikur yaitu: keterlibatan dalam proses pemilihan karir, orientasi terhadap pekerjaan, kemandirian dalam pembuatan keputusan karir, preferensi tehadap faktor-faktor pemilihan karir, dan konsepsi terhadap proses pemilihan karir (Savickas, 1990). Sedangkan Tes Kompetensi terdiri dari lima aspek, yaitu: Self-Appraisal, Occupational Information, Goal Setting, Planning dan Problem Solving (Crite 1973).
Berdasarkan hasil analisis diketahui Efikasi Diri Pemilihan Karir dan Locus of Control secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kematangan Karir siswa SMA. Besarnya pengaruh Efikasi Diri Pemilihan Karir dan Locus of Control terhadap Kematangan Karir siswa SMA adalah 20%, sedangkan 80% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, di luar Efikasi Diri Pemilihan Karir dan Locus of Control. Sumbangan yang signifikan dari Efikasi Diri Pemilihan Karir dan Locus of Control terhadap Kematangan Karir siswa SMA, dikarenakan dengan adanya keyakinan akan kemampuan diri dalam memilih karir yang disertai dengan keyakinan bahwa segala peristiwa dalam hidupnya, ditentukan oleh usaha dan perilakukannya sendiri. Hal tersebut pada gilirannya akan mendorong individu untuk mengarahkan segala tenaga, usaha, dan perilakunya untuk mencapai kematangan karir yang diharapkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Bandura (1982) yang mengatakan bahwa orang yang memiliki efikasi diri yang tinggi, akan mengeluarkan usaha yang besar untuk mengatasi hambatan dalam mencapai tujuannya. Demikian pula dikatakan oleh Rotter, bahwa orang dengan Locus of Control internal merasa bahwa hasil kerja serta karirnya tergantung pada factor internal, seperti usaha, kemampuan, dan pengambilan keputusan sehingga dengan locus ofcontrol internal maka individu akan aktif mencari informasi dan berusaha keras untuk mencapai karir yang diharapkan. Namun demikian jika secara sendiri-sendiri, Efikasi Diri Pemilihan Karir tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan Locus of Control memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kematangan Karir. Hal ini dikarenakan orang dengan Locus of Control internal, ketika dihadapkan pada pemilihan karir, maka ia akan melakukan usaha untuk mengenal diri, mencari tahu tentang pekerjaan dan langkah-langkah pendidikan, serta berusaha mengatasi masalah yang berkaitan. Sedangkan Efikasi Diri Pemilihan Karir secara sendiri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kematangan Karir. Hal ini dapat dijelaskan, untuk mencapai kematangan karir, keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu memilih karir saja tidak cukup. Karena untuk mencapai kematangan karir, yang meliputi pengetahuan diri, pengetahuan tentang pekerjaan dan kemampuan merencanakan langkah-langkah karir, diperlukan usaha individu mengambil tindakan-tindakan yang tepat, tidak hanya bersifat kognitif, dalam bentuk keyakinan diri.
Ada pengaruh yang signifikan dari Efikasi Diri Pemilihan Karir dan Locus of Control terhadap Kematangan Karir siswa SMA. Secara sendiri-sendiri Efikasi Diri Pemilihan Karir tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan Locus of Control memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kematangan Karir.
Adanya pengaruh yang signifikan dari Locus of Control terhadap Kematangan Karir menunjukkan bahwa Kematangan Karir siswa SMU, salah satunya dipengaruhi oleh Locus of Control. Dari hasil tersebut diharapkan akan membuka wawasan orang tua atau pihak sekolah, untuk dapat membantu anak mengembangkan Locus of Control internal, yang akan mendukung kematangan karirnya.Bagi siswa SMU, untuk mencapai karir yang memuaskan perlu dilakukan langkah-langkah menuju kematangan karir, terutama dengan memperhatikan pengembangan Locus of Control internal.



Komentar
Posting Komentar